Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP Hari Raya Idulfitri, anak-anak di Provinsi Bangka Belitung (Babel) selalu senang dan bahagia. Pasalnya, mereka dapat mengumpulkan pundi-pundi rupiah melalui salam tempel.
Tradisi salam tempel itu pun ternyata tidak luntur di tengah pandemi corona virus disease (covid-19). Hal itu terbukti dengan masih terjaganya tradisi tahunan tersebut.
Tradisi salam tempel setiap perayaan Idul fitri di Provinsi Bangka Belitung pada umumnya tidak jauh berbeda dengan salam tempel di daerah-daerah lain di Indonesia.
Baca juga: Salat Id di Bangka Abaikan Aturan Jaga Jarak
Uang pecahan mulai dari Rp5000 hingga Rp50 ribu bahkan Rp100 ribu terselip di sehelai amplop cantik nan mungil dengan berbagai corak warna bertuliskan Selamat Hari Raya Idulfitri.
Untuk mendapatkan amplop mungil berisikan berbagai pecahan rupiah tersebut, anak-anak tentunya harus menyalami satu persatu anggota keluarga, orangtua, kerabat, dan saudara.
"Ayo siapa lagi yang belum salam, kalau ndak salam tidak dapat salam tempel," kata Rusli Rusnadi, warga Gabek, Pangkalpinang, Minggu (24/5).
Menurutnya, setiap Lebaran, setidaknya dirinya harus menyiapkan Rp1 juta dalam bentuk pecahan Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp20 Ribu, Rp50 ribu,
hingga Rp.100 ribu.
"Kami keluarga besar, makanya selalu menyiapkan uang untuk salam tempel banyak, ini sudah menjadi tradisi, kita bahagia lihat anak-anak senang dengan salam tempel," ujarnya.
Sementara, Raramahyuni, yang sekeluarga dengan Rusli, mengaku, untuk salam tempel sesama keluarga ini tidak terpengaruh dengan korona, karena tetap dilaksanakan sama seperti tahun tahun sebelumnya.
"Memang saat ini, lagi covid-19, tapi tidak pengaruh terhadap tradisi salam tempel ini, khususnya keluarga besar kami," kata Rara.
Dwi Ajeng, 10, mengatakan setiap tahun selalu mendapatkan banyak rupiah dari salam tempel.
"Ada dari atok, nenek, orangtua, dan keponakan lainnya," kata Dwi.
Rencanaya uang dari salam tempel itu, menurut Dwi, akan disimpan untuk membeli keperluan sekolah.
"Tahun lalu bisa dapat Rp700 ribu, ndak tahu kalau tahun ini," ujarnya sembari mengaku senang dengan setiap lebaran selalu dapat uang dari salam tempel.
Hal senada juga diungkapkan Griselda. Ia mengaku senang setiap Lebaran.
"Asiklah setiap Lebaran salam dapat 20 amplop isi duit," ujarnya.
"Sama seperti Dwi, untuk beli peralatan sekolah, mudah-mudahan kami segera kembali ke sekolah, kan sekarang masih belajar di rumah terus, karena korona," imbuhnya. (OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Target pada tahun 2026 ini semua gerai itu harus berjalan. Untuk saat ini mengupayakan melalui Agrinas, TNI, yang sering kita koordinasikan dari Korem dan Kodim.
Pengelolaan SPBU nelayan berbasis koperasi desa ini merupakan langkah revolusioner dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Bupati Bangka, Fery Insani, telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan perbaikan permanen.
Penyebaran kasus ini menyebabkan dua orang meninggal dunia, termasuk seorang ibu hamil.
Data Dinpanpertan menunjukkan, produksi ayam pedaging di Bangka mencapai 1.209.700 ekor per siklus 55 hari, atau setara 8.027.569 ekor per tahun.
Tingginya kebutuhan telur untuk SPPG tersebut saat ini belum sebanding dengan jumlah peternak ayam petelur lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved