Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP Hari Raya Idulfitri, anak-anak di Provinsi Bangka Belitung (Babel) selalu senang dan bahagia. Pasalnya, mereka dapat mengumpulkan pundi-pundi rupiah melalui salam tempel.
Tradisi salam tempel itu pun ternyata tidak luntur di tengah pandemi corona virus disease (covid-19). Hal itu terbukti dengan masih terjaganya tradisi tahunan tersebut.
Tradisi salam tempel setiap perayaan Idul fitri di Provinsi Bangka Belitung pada umumnya tidak jauh berbeda dengan salam tempel di daerah-daerah lain di Indonesia.
Baca juga: Salat Id di Bangka Abaikan Aturan Jaga Jarak
Uang pecahan mulai dari Rp5000 hingga Rp50 ribu bahkan Rp100 ribu terselip di sehelai amplop cantik nan mungil dengan berbagai corak warna bertuliskan Selamat Hari Raya Idulfitri.
Untuk mendapatkan amplop mungil berisikan berbagai pecahan rupiah tersebut, anak-anak tentunya harus menyalami satu persatu anggota keluarga, orangtua, kerabat, dan saudara.
"Ayo siapa lagi yang belum salam, kalau ndak salam tidak dapat salam tempel," kata Rusli Rusnadi, warga Gabek, Pangkalpinang, Minggu (24/5).
Menurutnya, setiap Lebaran, setidaknya dirinya harus menyiapkan Rp1 juta dalam bentuk pecahan Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp20 Ribu, Rp50 ribu,
hingga Rp.100 ribu.
"Kami keluarga besar, makanya selalu menyiapkan uang untuk salam tempel banyak, ini sudah menjadi tradisi, kita bahagia lihat anak-anak senang dengan salam tempel," ujarnya.
Sementara, Raramahyuni, yang sekeluarga dengan Rusli, mengaku, untuk salam tempel sesama keluarga ini tidak terpengaruh dengan korona, karena tetap dilaksanakan sama seperti tahun tahun sebelumnya.
"Memang saat ini, lagi covid-19, tapi tidak pengaruh terhadap tradisi salam tempel ini, khususnya keluarga besar kami," kata Rara.
Dwi Ajeng, 10, mengatakan setiap tahun selalu mendapatkan banyak rupiah dari salam tempel.
"Ada dari atok, nenek, orangtua, dan keponakan lainnya," kata Dwi.
Rencanaya uang dari salam tempel itu, menurut Dwi, akan disimpan untuk membeli keperluan sekolah.
"Tahun lalu bisa dapat Rp700 ribu, ndak tahu kalau tahun ini," ujarnya sembari mengaku senang dengan setiap lebaran selalu dapat uang dari salam tempel.
Hal senada juga diungkapkan Griselda. Ia mengaku senang setiap Lebaran.
"Asiklah setiap Lebaran salam dapat 20 amplop isi duit," ujarnya.
"Sama seperti Dwi, untuk beli peralatan sekolah, mudah-mudahan kami segera kembali ke sekolah, kan sekarang masih belajar di rumah terus, karena korona," imbuhnya. (OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Lemang merupakan makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan, santan, dan sedikit garam
Tingginya permintaan didorong oleh kebutuhan masyarakat untuk memasak daging sapi sebagai menu berbuka puasa dan sahur.
Tradisi ini merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada leluhur, dan dewa-dewa yang disembah serta sebagai simbol penyucian sebelum memasuki Tahun Baru Imlek.
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
SEBANYAK tujuh pekerja tambang tertimbun longsor tanah di lokasi tambang eks Pondi, Desa Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.
Sepanjang Januari 2026, setidaknya ditemukan 20 orang di Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung (Babel) terserang demam berdarah dengue (DBD).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved