Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
LIMA dari enam pasien sembuh virus korona atau covid-19 di Nusa Tenggara Timur (NTT), mendonorkan plasma darah untuk memberikan antibodi bagi pasien terpapar virus korona atau covid-19 yang masih menjalani perawatan.
Seorang di antara mereka mendonorkan plasma darahnya pada Senin (18/5), dan empat orang mendonorkan plasma darah mereka pada Selasa (19/5). "Mendonorkan darah pascaterinfeksi korona dilakukan agar antibodi masih berada dalam volume tinggi," kata Kepala Unit Transfusi Daerah, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang NTT Stef Soka kepada wartawan.
Baca juga: Gorontalo Rayakan Malam Pasang Lampu secara Sederhana
Menurutnya, setiap pasien covid-19 membutuhkan 400 cc plasma darah untuk membantu ketahanan imun tubuh selama peratawan, sedangkan pendonor masing-masing menyumbangkan 200 cc plasma darahnya ke PMI.
Salah satu pasien sembuh korona, El Asamau yang mendonorkan plasma darah mengaku sempat ragu karena tidak familiar dengan istilah donor plasma darah, ternyata prosedurnya sama seperti donor darah selama ini, hanya kemudian diambil plasmanya.
"Saya melakukan donor plasma darah di Kupang, saya cukup senang karena hadir juga kepala Dinas Kesehatan NTT untuk memberikan dukungan," katanya.
Baca juga: Bupati Banyumas Larang Takbir Keliling
El mengatakan plasma merupakan komponen tunggal terbesar dari darah manusia terdiri sekitar 55% dan mengandung air, garam, enzim, antibodi dan protein. Plasma terdiri dari 90% air merupakan media pengangkut sel dan berbagai zat penting bagi tubuh manusia. Plasma melakukan berbagai fungsi dalam tubuh, termasuk pembekuan darah, melawan penyakit dan beberapa fungsi penting lainnya.
"Harapan saya, para penyintas yang memenuhi syarat agar bisa ikut mendonorkan plasmanya sehingga dapat membantu pasien covid-19. Kabar baiknya, kita bisa mendonorkan darah paling tidak setiap dua minggu sekali," ujarnya. (X-15)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved