Kamis 14 Mei 2020, 22:07 WIB

Jabar Terapkan PSBB, Penyebaran Virus Korona Malah Makin Masif

Bayu Anggoro | Nusantara
Jabar Terapkan PSBB, Penyebaran Virus Korona Malah Makin Masif

Antara
Penumpang bus di Terminal Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/5).

 

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan mengkaji pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tingkat provinsi yang akan berakhir pada Rabu (20/5). Evaluasi ini untuk menentukan apakah pengetatan itu efektif atau tidak.

Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat Daud Achmad mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi PSBB skala provinsi pada H-3 berakhirnya pembatasan tersebut. Sehingga, dirinya belum bisa memastikan apakah akan diperpanjang atau tidak.

Baca juga: Gubernur Sumbar Bolehkan Salat Jumat Berjemaah di Masjid

Namun, lanjut Daud, berdasarkan hasil kajian Universitas Padjajaran Bandung, penyebaran virus korona atau covid-19 di Jawa Barat tetap meningkat meski diberlakukan PSBB. "Menurut tim ahli Unpad, penyebaran semakin masif, jadi bertolak belakang," kata Daud di Bandung, Kamis (14/5).

Saat PSBB skala provinsi pertama kali dimulai pada 6 Mei, jumlah pasien positif covid-19 mencapai 1.320. Pada hari ini, Daud menyebut angka pasien positif di wilayahnya mencapai 1.556. "PDP 2.520, ODP 7.030," tambahnya.

Baca juga: Pakar Pangan UB Ingatkan Pemda Lakukan Mitigasi Pangan

Oleh karena itu, pihaknya akan menunggu hasil evaluasi untuk menentukan apakah PSBB akan diperpanjang atau tidak.

Baca juga: Cegah Penyebaran Korona, Temanggung Larang Silaturahmi Lebaran

Ketua MUI Jawa Barat Rachmat Syafei mengimbau masyarakat mematuhi setiap instruksi terkait pencegahan covid-19. Termasuk mengenai keberlangsungan salat Idulfitri pada tahun ini yang bisa dilakukan di rumah bersama keluarga.

"Lakukan di rumah bersama keluarga, terutama di daerah yang wabahnya belum bisa dikendalikan," katanya di tempat yang sama.

Namun, dia juga  mempersilakan bagi yang akan menggelar salat Idulfitri berjemaah di lapangan yang luas.

"Silakan saja, tapi itu untuk yang berada di daerah hijau, yang wabahnya sudah bisa dikendalikan," ucapnya.

Sebagai contoh, menurutnya di daerah perdesaan bisa digelar salat Idulfitri secara berjemaah dalam jumlah yang banyak.

"Di perdesaan atau di perumahan yang tertutup. Yang warganya dipastikan tidak ada yang positif, tidak didatangi warga dari luar yang tidak ada kejelasan (terkaif status covid-19)," katanya. (X-15)

Bayu Anggoro

Baca Juga

MI/Agus Utantoro

Dua Kekuatan Pemulihan Ekonomi DIY Lewat Pariwisata dan Pendidikan

👤Agus Utantoro 🕔Jumat 04 Desember 2020, 06:55 WIB
Pemulihan perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta akibat pandemi covid-19 akan bertumpu pada dua kekuatan. Yakni pariwisata dan...
MI/Gabriel Langga

Pertamina Maumere Pastikan Suplai BBM Aman Jelang Nataru

👤Gabriel Langga 🕔Jumat 04 Desember 2020, 06:54 WIB
Stok BBM di terminal BBM Maumere akan disalurkan ke wilayah Nusa Tenggara Timur II yang meliputi Larantuka, Kalabahi, Atapupu, Waingapu,...
MI/Djoko Sardjono

Pilkada, Polres Klaten Terjunkan 638 Personel Pengamanan TPS

👤Djoko Sardjono 🕔Jumat 04 Desember 2020, 06:41 WIB
Sebanyak 638 personel Polres Klaten, Jawa Tengah, akan diterjunkan untuk pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan bupati dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya