Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara memastikan stok bahan pokok di daerahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat Hari Raya Idul fitri 1441 H.
Bukan hanya cukup, bahkan beberapa komoditas bahan pokok memiliki kelebihan stok atau surplus.
"Meski ada yang mengalami kenaikan harga, tetapi sejumlah bahan pokok relatif terkendali," Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut Zonny Waldi, Rabu (13/5).
Baca juga: Stok dan Harga Bahan Pokok Terkendali
Karena itu dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak melakukan pembelian secara besar-besaran. Untuk beras, katanya, saat ini tersedia sebanyak 609.384 ton dengan kebutuhan per bulan rata-rata 159.809 ton.
Kemudian daging sapi tersedia 1.350 ton dengan kebutuhan rata-rata per bulan 1.128 ton. Namun, daging sapi mengalami kenaikan dari harga rata-rata Rp110.000 menjadi Rp111.000.
Begitu juga dengan ayam ras, saat ini tersedia 12.164 ton dengan kebutuhan rata-rata 6.982 ton per bulan. "Beras surplus dan cukup untuk tiga hingga empat bulan ke depan, begitu pun dengan daging sapi serta ayam ras," imbuhnya.
Khusus untuk gula dan bawang merah, lanjut dia, Pemprov Sumut memberikan perhatian khusus karena kedua komoditas ini mengalami lonjakan harga yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
"Tercatat kenaikan harga gula dari Rp12.500 per kg menjadi Rp19.000 per kg," ujar Zonny. (Yp/A-1)
Pasar Kamp itu timbul dadakan atas inisiatif pedagang Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang berjualan di jalur itu untuk meringankan pedagang dari Bener Meriah serta Aceh Tengah.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
“Secara umum ketersediaan bahan pokok aman, termasuk menghadapi musim hujan. Sampai sekarang belum ada gangguan distribusi dari daerah pengirim maupun dari peternak lokal,”
MELAMBUNGNYA harga kebutuhan pokok di Pulau Bawean, membuat warga di sana menjerit. Meningkatnya harga terjadi karena kelangkaan yang terjadi akibat pasokan yang minim.
hal ini menjadi salah satu faktor momen perbaikan ekonomi setelah Idulfitri adalah harga pangan yang cenderung terkendali.
Pedagang mengaku, kenaikan harga ini karena memang harga beli para pedagang dari distributor sudah tinggi, sehingga pedagang hanya melakukan penyesuaian harga saja
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved