Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) kini fokus memperbaiki rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) yang tercatat sebesar 4%.
Komisaris Utama Bank NTT Juvenile Jodjana mengatakan NPL sebesar itu merupakan akumulasi dari 15 tahun terakhir. Kantor Bank NTT Cabang Surabaya, Jawa Timur, tercatat sebagai penyumbang NPL terbesar. "Lumayan, mencapai dua digit," katanya kepada Media Indonesia, Kamis (7/5).
Karena itu, tugas utama pelaksana tugas (Plt) Direktur Umum (Dirut) Bank NTT hasil perombakan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa, Rabu (6/5), kata Jodjana ialah menyelesaikan persoalan NPL. "Kalau NPL bisa direcover, semoga laba bersih meningkat," katanya.
Baca juga: Plt Wali Kota Medan Minta Warga Usir Orang Tak Bermasker
Saat ini, Bank NTT Cabang Surabaya dilarang melayani kredit, bahkan kantor cabang yang dulunya berukuran besar, telah dikecilkan. Sejumlah karyawan dirotasi, dirumahkan dan juga ada yang mengundurkan diri.
Bank NTT mengelar RUPS Tahunan Tahun Buku 2010 dan RUPS Luar Biasa Tahun Buku 2020 di Kupang sehari sebelumnya, memutuskan melakukan perombakan direksi untuk penyegaran sekaligus menciptakan tim kerja yang solid dan super untuk menyelesaikan
Adapun Izhak dipercaya untuk menempati jabatan baru sebagai Direktur Kepatuhan. Direktur Dana, Hary Alexander Riwu Kaho menjadi pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama merangkap Direktur Kredit.
Sedangkan Direktur Kredit Absalom Sine menjabat Direktur Dana. Posisi dua direktur lainnya belum bergeser yakni Direktur Umum Yohanis Landu Praing dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu.
Namun, tambah Jodjana, posisi dua direktur itu akan dirotasi yakni Hilarius Minggu akan menjabat direktur umum dan Yohanes Landu Praing menjabat direktur kredit.
Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengatakan perombakan direksi untuk membawa Bank NTT lebih hebat lagi. Apalagi, sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2024, besaran modal inti yang disyaratkan sebesar Rp3 triliun.
Saat ini, Bank NTT masih kekurangan sekitar Rp1,2 triliun. "NPL 4% itu tanda bahaya. Kita harus melakukan langkah-langkah agar NPL bisa turun dan tidak menggerus keuntungan di tahun yang akan datang," ujarnya. (X-15)
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved