Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANGANAN konflik harimau sumatra (panthera tigris suamtrae) dengan manusia di PT Riau Indo Agropalma (RIA) Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau berhasil dilaksanakan secara terpadu. Terlebih setelah timbulnya korban jiwa yang berulangkali di wilayah tersebut dari 2018 sampai April 2020.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono mengatakan penanganan memerlukan waktu yang panjang dikarenakan evakuasi dilakukan secara baik, dengan sangat hati-hati, tanpa menyakiti satwa tersebut.
"Kami melakukan pengamatan perilaku terhadap individu-individu yang berada di wilayah tersebut sampai akhirnya Tim Balai Besar KSDA Riau menemukan titik atau wilayah habitat dari harimau suspect yang dicurigai sebagai harimau sumatra yang kerap menimbulkan korban jiwa," kata Suharyono, Senin (4/5).
Ia mengungkapkan, atas dasar keputusan bersama dengan pihak terkait pemda dan aparat setempat baik TNI, POLRI, BPBD, dan pemegang konsesi melakukan upaya-upaya penanggulangan konflik harimau sumatra. Adapun kronologis penanganan tersebut diantaranya upaya secara intens dilakukan oleh BBKSDA Riau bersama instansi terkait sejak November 2019.
"Tim terpadu penanggulangan harimau sumatra telah berada di lokasi sejak Januari 2020 dan melakukan survey dengan menggunakan 7 camera trap," jelasnya.
Berdasarkan hasil survey camera trap, lanjutnya, tim gabungan melakukan pemasangan box trap pada akhir Februari 2020 sebanyak 4 titik yang sering dilalui satwa tersebut. Dari hasil rekaman camera trap diketahui 6 kali harimau sumatra hampir memasuki box trap yang dipasang tiim, namun seolah-olah satwa tersebut menunjukkan tanda-tanda keraguan dan tidak jadi memasuki box trap yang dipasang.
Selanjutnya, tim terpadu selalu mengevaluasi setiap hasil rekaman camera trap dan kemudian memodifikasi ulang box trap, termasuk kondisi sekitarnya dengan maksud mengkondisikan box trap sedemikian rupa agar HS memasuki box trap dimaksud.
"Hari Sabtu, 2 Mei 2020, akhirnya harimau sumatra suspect man eater telah berhasil masuk dalam box trap yang dipasang tim terpadu di Petak 0226 Kanal Sekunder 41 D PT RIA Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir dengan umpan satu ekor kambing," ungkapnya.
Suharyono menjelaskan, tim terpadu membawa harimau sumatra dari lokasi ke kantor Distrik PT RIA dengan waktu 1,5 jam menggunakan perahu motor. Setelah sampai di kantor distrik PT RIA, tim medis BBKSDA Riau melakukan pembiusan terhadap satwa tersebut. Lebih kurang 10 menit setelah harimau sumatra dipastikan pingsan, tim segera melakukan pemindahan dari box trap ke kandang evakuasi dan disadarkan kembali dengan anti dota sebelum melanjutkan perjalanan ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dharmasraya (PRHSD) di Sumatra Barat.
baca juga: Tanggul Jebol, Banjir Landa Lembang Saat Warga Buka Puasa
"Perjalanan ke PRHSD Sumatra Barat ditempuh dengan 5 jam perjalanan air dari Pelangiran ke Tembilahan dimulai dari pukul 21.15 WIB dan sampai ke Tembilahan pukul 02.45 WIB. Dari Tembilahan menuju Dharmasraya dimulai pukul 05.00 WIB dan sampai di Dharmasraya diperkirakan sekitar pukul 18.00 WIB," jelasnya.(OL-3)
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
HARIMAU Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berusia remaja menuju dewasa dilaporkan muncul di sekitar pemukiman penduduk di RT.14/RW.14 Desa Benteng Hulu, Siak, Riau.
Seekor gajah jantan dewasa berusia sekitar 40 tahun ditemukan mati mengenaskan dengan kondisi kepala terpotong di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Pelalawan, Riau.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada pelaku pembunuhan gajah yang ditemukan mati dalam kondisi dimutilasi.
Gakkum Kehutanan memeriksa PT RAPP terkait kematian Gajah Sumatera di Riau. Investigasi fokus pada pemenuhan kewajiban perlindungan satwa di areal konsesi.
JARINGAN Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengecam keras atas pembantaian seekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di areal konsesi.
HARIMAU Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berusia remaja menuju dewasa dilaporkan muncul di sekitar pemukiman penduduk di RT.14/RW.14 Desa Benteng Hulu, Siak, Riau.
Di lokasi, tim mengupayakan penanganan dengan mengedepankan prinsip keselamatan manusia sekaligus perlindungan satwa harimau sumatera yang dilindungi.
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membenarkan kemunculan Harimau Sumatra (panthera tigris sumatrae) di akses jalan perusahaan minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP).
BBKSDA Riau menurunkan tim ke lapangan menyusul laporan kemunculan harimau sumatra di area tambang minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP), Siak, Riau.
SEORANG warga bernama Zulfikar mengaku bertemu harimau Sumatra di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.
Studi terbaru menemukan populasi harimau Sumatra yang sehat di Ekosistem Leuser, Aceh. Pemantauan kamera jebak multi-tahun mengungkap 27 individu dan tiga kelompok anak harimau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved