Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) siap melakukan tes swab terhadap 1.000 sampel terkait virus korona atau covid-19 dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).
"Alhamdulillah alat PCR kita sudah terpasang semua, untuk pertama ini kita akan ambil 1.000 sampel untuk dites swab," kata Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan di sela-sela mengujungi hari pertama tes swab di klinik Pratama Provinsi Babel.
Baca juga: GKPS Pinjamkan Mes untuk Tenaga Medis RSUD dr Djasamen Saragih
Dengan kehadiran alat tersebut, dia mengharapkan dapat memberikan gambaran pasti kondisi pasien virus korona di Babel. "Kita harus tahu mana positif dan negatif. Tidak bisa kita meraba-raba. Dengan PCR ini, lebih cepat lagi mengetahui hasil negatif atau positif covid-19,"ucap Erzaldi.
Erzaldi menyebutkan tahap pertama ini, tim dokter dan medis akan mengambil 1.000 sampel swab untuk di tes, "Untuk tahap pertama kita akan ambil 1.000 sampel," ujarnya.
Baca juga: PPDB di Palembang Dilaksanakan Online
Saat ini menurut Erzaldi, sudah ada 30 sampel swab yang diambil, dan hasilnya apakah negatif atau negatif covid-19 akan diketahui Kamis (23/4). "Dengan alat PCR kita akan cepat mengetahui hasilnya positif apa negatif besok," ungkap dia.
Untuk penghematan tabung Virus Transfer Media (VTM), lanjut Erzaldi, tes swab hanya akan diperuntukan bagi mereka yang hasil tes dengan sejenis alat rapid test. "Kita punya satu alat mirip rapid test dengan tingkat akurasi diagram yang bisa dibaca mencapai 75%. Berbeda dengan rapid test yang hanya 30% keakuratanya," imbuh dia.
"Nanti bagi mereka yang hasil tesnya positif, untuk lebih meyakinkan, akan diambil swab untuk dites dengan alat PCR, ini kita lakukan untuk menghemat VTM, karena baru didatangkan 500 VTM," terangnya.
Ia tetap mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, jaga jarak, dan selalu mencuci tangan. "Kita siap dengan segala keterbatasan, tetapi ini harus kita lakukan untuk memutuskan mata rantainya. (X-15)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved