Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah bakal memangkas anggaran proyek untuk direalokasi pencegahan dan penanganan Covid-19. Sebelumnya, anggaran dari biaya tidak terduga (BTT) senilai Rp3,8 miliar dan pemotongan anggaran dinas luar serta proyek mendapatkan Rp50 miliar. Ternyata, setelah dikalkulasi, anggaran masih mengalami kekurangan sekitar Rp30 miliar, sehingga bakal ada realokasi lagi.
Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan berdasarkan perhitungan yang dilakukan, anggaran pencegahan dan penanggulangan Covid-19 selama dua bulan diperkirakan mencapai Rp80 miliar lebih.
"Sehingga, sampai sekarang masih ada kekurangan seniai Rp30 miliar. Karena itulah, maka akan ada pencoretan pekerjaan proyek lagi," kata Sadewo, Jumat (17/4).
Menurutnya, sampai sekarang seluruh proyek dari Dana Alokasi Khusus (DAK) telah dibatalkan kecuali untuk pendidikan dan kesehatan. Ke depannya, realokasi anggaran dilaksanakan lagi dengan mencoret proyek-proyek infrastruktur yang tidak strategis. Sehingga ada tambahan anggaran lagi guna mencukupi kebutuhan penanganan Covid-19.
Peruntukan anggaran penanganan Covid-19 di antaranya untuk pengadaan APD, masker, dan alat rapid test serta lainnya. Untuk alat rapid test, Banyumas telah membeli 5 ribu unit.
"Nantinya dapat digunakan untuk alat tes bagi mereka yang potensial. Kami memperkirakan, di Banyumas membutuhkan 7 ribu alat rapid test. Mudah-mudahan alat tersebut segera datang dan dapat melaksanakan rapid test secra masif," tandasnya. (OL-13)
Baca Juga: Sudah 31 Orangutan Dilepasliarkan sejak Januari hingga April Ini
Baca Juga: Gempabumi Tektonik 4.0 SR Dirasakan di Liwa, Lampung
Sandi mengungkapkan kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan setiap bulan dengan materi yang beragam.
Ada beberapa langkah antisipatif yang mulai diterapkan Puskesmas Warungkondang untuk mencegah penyebaran covid-19.
Munculnya kembali covid-19 tentu perlu diantisipasi. Karena itu, saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memitigasi penyebaran covid-19, terutama pada sektor pariwisata.
Saat ini, kelima pasien tersebut hanya bergejala ringan. Mereka sedang melakukan isolasi mandiri di rumah.
Bupati memastikan terpaparnya warga tersebut saat yang bersangkutan berada di luar daerah.
Galeri menjadi catatan sekaligus spirit agar warga Jabar tak gentar, namun tetap waspada menghindari penularan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved