Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
LANTARAN sepi pembeli, harga sejumlah kebutuhan dapur di tiga pasar tradisional di Kota Jambi, Rabu (8/4), terkoreksi cukup signifikan. Harga mengalami penurunan sebesar Rp5 ribu hinngga 25 ribu Warga enggan ke pasar karena kawatir wabah covid-19
Dari pemantauan Media Indonesia ke tiga pasar tradisional tersebut, yakni Pasar Induk Angso Duo, Pasar Rakyat Simpang Pulai dan Pasar Rakyat Talangbanjar, komoditi yang mengalami penurunan harga, antara lain daging ayam potong, ikan laut, udang, ikan air tawar dan kelompok sayur-sayuran.
Ayam potong misalnya, perkilogram dijual Rp.20 Ribu. Jauh dari harga sebelumnya yang dijual di kisaran Rp 28 Ribu perkilogram. Nasib serupa juga dialami pedagang ikan. Seperti ikan nila hidup, perkilogram dijual Rp20 Ribu, jauh di bawah harga hari sebelumnya yang menembus Rp.26 Ribu. Sedangkan ikan patin dan ikan lele hasil budidaya keramba, perkilogram hanya dijual Rp.15 Ribu.
"Daripada tidak laku, lebih ya dijual murah bae. Pembeli sepi, pemesan dari warung makan juga macet, karena banyak yang tutup," kata Sulaiman, pedagang ikan air tawar di pasar Angdo Duo.
Nasib serupa juga dialami pedagang ikan laut beku. Harga jual turun sekitar Rp5 ribu dari hari sebelumnya. Ikan dencis, misalnya, dijual Rp20 ribu perkilogam. Harga udang laut lebih parah, saat ini dijual Rp35 ribu perkilogram, turun separuh dari harga hari-hari sebelumnya yang menembus Rp60 ribu.
"Daripada busuk dan rugi besar, biarlah dijual murah. Rumah makan banyak yang macet membeli, pesanan dari orang yang mengadakan pesta juga gak ada," kata Irfan, pedagang ikan laut di Pasar Rakyat talang Banjar.
Sepinya pembeli akibat terdampak ancaman pandemi korona, juga dialami para pedagang sayuran. Sayuran timun, misalnya, dijual Rp4 ribu perkilogram, terbanting separuh harga hari sebelumnya yang mencapai Rp8 ribu per kilo.
Sementara itu, walaupun tidak terlalu tajam, tomat merah juga mengalami turun harga, dari Rp10 ribu menjadi Rp8 Ribu perkilogram. Cabai merah keriting juga turun harga. Jika sebelumnya dijual Rp20 Ribu, diobral di kisaran harga Rp16 Ribu dan Rp18 Ribu perkilogram. Untuk komoditi bawang merah dan bawang putih, juga turun harga sekitar dua ribu rupiah, menjadi Rp.34 Ribu perkilogram
Sedangkan harga daging sapi relatif masih stabil. Sama dengan hari-hari sebelumnya perkilogram dijual di level harga Rp120 ribu.
Pelaksana Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jambi Rosnifa, penurunan harga sejumlah komoditi tiga pasar tradisonal tersebut, mengamini akibat sepi pembeli sementara persediaan barang di tingkat pedagang agen masih banyak. (OL-13)
Baca Juga: SNMPTN 2020 Diumumkan, Peserta Diminta Cermati Syarat Penerimaan
Baca Juga: Solidaritas Warga Bantu Penyembuhan Keluarga Positif Covid-19
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved