Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
WABAH virus korona berdampak pada aktivitas ekonomi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Sejumlah pedagang mengaku resah karena aktivitas ekonomi mulai sepi yang berakibat pada kerugian dan sejumlah barang mulai kedaluwarsa.
Sejumlah toko dan pasar di Kota Larantuka tampak sepi. Warga mulai membatasi belanja sejak diberlakukan social distancing dan imbauan tetap di rumah saja. Sejumlah pedagang terlihat hanya duduk menunggui jualan mereka tanpa ada pembeli. Salah seorang pedagang di Pasar Inpres Larantuka, Kornelis, mengakui dampak koronoa sangat meresahkan para pedagang. Menurunnya daya beli masyarakat sejak diberlakukan sosial distancing dan tetap di dalam rumah untuk menghindari penyebaran wabah korona.
"Sepi sekarang pak. Dulu sebelum wabah korona banyak pembeli yang datang. Tapi sejak wabah korona ini, ada imbauan juga untuk selalu berada di dalam rumah dan menjaga jarak, sehingga pembeli terus menurun setiap harinya. Kami rugi pak, risiko besar sekali saat ini. Tapi mau bagaimana lagi. Akibatnya banyak barang yang kedaluwarsa. Kami tidak tahu apa jadinya jika wabah korona terus berlangsung hingga empat bulan ke depan. Pasti toko kami akan tutup," kata Kornelis, Rabu (1/4).
Pedagang lainnya, Meri juga mengakui hal yang sama, jika saat ini sepi pembeli. Kebutuhan sembako mencukupi tetapi jumlah pembeli terus berkurang dan mulai sepi.
baca juga: Pemudik Menuju Klaten Meningkat, Pemkab Ingatkan Isolasi Mandiri
"Berbeda jauh pak. saat ini sepi sekali. Sejak wabah korona, pembeli sangat sepi. Harga barang di toko kami masih stabil. Stok sembako juga masih banyak, tetapi justru pembeli yang tidak ada saat ini. Mungkin semua orang sudah hati-hati keluar dan lebih nyaman dalam rumah sekarang. Sehingga sepi pembeli. Kami khawatir banyak barang kami akan kedaluwarsa karena tidak ada yang membeli," ujar Meri.
Sementara itu, untuk memastikan ketersediaan kebutuhan bahan pokok dalam menghadapi wabah korona ini, inas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Flores Timur, meningkatkan kontrol dan pantauan di pasar-pasar serta toko-toko untuk menjamin kestabilan harga dan pasokan. (OL-3)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Para ilmuan baru-baru ini telah menemukan virus corona baru pada kelelawar di Brasil yang memiliki kemiripan dengan virus MERS yang dikenal mematikan.
Hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus tersebut suatu hari nanti dapat menyebar ke manusia, demikian yang dilaporkan para peneliti Tiongkok.
Pemberian berbagai bansos diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya beserta jajaran anggota DPRD DKI Jakarta turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmatullah sahabat, rekan kerja kami Hj. Umi Kulsum."
Para peneliti melengkapi setiap relawan dengan pelacak kontak untuk merekam rute mereka di arena dan melacak jalur aerosol, partikel kecil yang dapat membawa virus.
Mensos Juliari berharap bantuan ini berdampak signifikan terhadap perputaran perekonomian lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved