Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Harga rempah-rempah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, naik tajam. Kenaikan harga rempah-rempah tersebut dipicu tren minum jamu pasca marak isu korona.
Kenaikan tajam terjadi pada harga jahe, jahe merah, temu lawak, dan sereh. Harga jahe dan temu lawak yang sebelum isu korona masih seharga Rp15 ribu per kilogram sekarang naik tiga kali lipat menjadi Rp45 ribu.
Jahe merah naik menjadi Rp80 ribu dari sebelumnya Rp30 ribu per kilogram. Sementara sere atau saray yang sebelumnya hanya Rp5 ribu per ikat menjadi Rp22 ribu per ikat.
Baca Juga: Dampak Korona, Jahe Merah Langka Dijual Rp90 per kg
Sejumlah pedagang kelontongan di Pamekasan mengatakan terjadi peningkatan pembelian rempah-rempah sejak sepekan terakhir, bukan hanya oleh produsen jamu tradisional, melainkan oleh masyarakat umum.
"Permintaan meningkat sementara pasokan dari pedagang tidak ada penambahan hingga berpengaruh pada harga," kata Saadah, pedagang kelontongan di Pasar Kolpajung, Kota Pamekasan, Selasa (17/3).
Jika melihat dari jenis rempah-rempah yang permintaannya meningkat, kata Saadah, diperkirakan akibat pengaruh isu korona. Sebab jenis rempah-rempah tersebut merupakan bahan utama jamu.
"Untuk jenis rempah-rempah lain yang biasa digunakan untuk bumbu masak seperti lengkuas dan kunyit justru nyaris tidak ada perubahan," katanya.
Baca Juga: Pelaku Jamu Keluhkan Harga Bahan Baku Jamu Melambung
Salah satu produsen jamu tradisional Pamekasan, Nya Cakung, mengatakan permintaan jamu cenderung meningkat sejak sepekan terakhir. Jenis jamu yang mengalami peningkatan pembelian itu adalah jamu yang berkaitan dengan pernafasan dan pencernaan.
"Yang naik tajam adalah jamu berbahan kurkuma (temu lawak) dan jahe," kata produsen jamu tertua di Pamekasan itu. (MG/OL-10)
Para ilmuan baru-baru ini telah menemukan virus corona baru pada kelelawar di Brasil yang memiliki kemiripan dengan virus MERS yang dikenal mematikan.
Hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus tersebut suatu hari nanti dapat menyebar ke manusia, demikian yang dilaporkan para peneliti Tiongkok.
Pemberian berbagai bansos diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya beserta jajaran anggota DPRD DKI Jakarta turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmatullah sahabat, rekan kerja kami Hj. Umi Kulsum."
Para peneliti melengkapi setiap relawan dengan pelacak kontak untuk merekam rute mereka di arena dan melacak jalur aerosol, partikel kecil yang dapat membawa virus.
Mensos Juliari berharap bantuan ini berdampak signifikan terhadap perputaran perekonomian lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved