Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

27 Titik Panas Terpantau di Babel

Rendy Ferdiansyah
16/3/2020 15:29
27 Titik Panas Terpantau di Babel
Tim BPBD Babel sedang memantau titik panas di Babel.(MI/Rendy Ferdiansyah)

Kendati belum masuk musim kemarau, 27 titik panas atau hotspot yang diduga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah terpantau satelit. Titik-titik itu berada di sejumlah kabupaten di Provinsi Bangka Belitung (Babel), Senin (16/3).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel Mikron Antariksa mengatakan berdasarkan informasi BMKG terdeteksi satelit memastikan ada 27 titik panas.

Ke-27 titik panas tersebut, menurut Mikron, berada di Bangka (6 titik), Bangka Barat (10 titik), Bangka Selatan (5 titik), Bangka Tengah (5 titik), dan Belitung Timur (1 titik).

Baca Juga: Hadapi Korona, OPD di Babel Dikerahkan untuk Aksi Germas

"Bangka itu di Kecamatan Bakan, Belinyu, Mendo Barat, dan Puding Besar. Bangka Barat di Jebus, Kelapa, Muntuk. Bangka Selatan di Air Gegas, Lepar Pongok, dan Payung. Bangka Tengah di Koba dan Simpang Katis, sedangkan di Belitung Timur di Gantung," kata Mikron.

Mikron menyebutkan kendati saat ini masih musim hujan, cuaca di Babel cukup panas. Hal ini lah yang menyebabkan banyaknya titik panas yang terdeteksi oleh satelit.

"Memang betul banyak titik panasnya, tetapi ini belum bisa kita pastikan apakah karhutla atau cuaca yang panas. Makanya kita sudah meminta BPBD kabupaten yang terdapat titik panas untuk melakukan pengecekan," ujarnya.

Untuk antisipasi Karhutla ini, menurut Mikron, tidak jauh berbeda dari tahun lalu. Seperti sosialisasi bahaya membakar hutan, memasang papan-papan bahaya karhutla, termasuk juga menyiapkan sarana dan prasarana.

"Kita lihat kalau memang ini benar karhutla, maka kita akan kembali membetuk satgas karhutla," ungkap dia.(RF/OL-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya