Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Restorasi Gambut Dimulai

(SS/N-2)
20/5/2016 01:26
Restorasi Gambut Dimulai
(MI/RIZKY NOOR ALAM)

BADAN Restorasi Gambut (BRG) segera memperbaiki kawasan gambut di Kalimantan Tengah seluas 679.573 hektare. Rehabilitasi yang akan dilakukan dalam kurun lima tahun itu akan bergerak di kawasan gambut terparah, yakni di Kabupaten Pulang Pisau. Kepala Badan Restorasi Gambut, Nazir Foead, menyatakan Kalteng merupakan 1 dari 7 provinsi di Indonesia yang menjadi prioritas kerja lembaganya. "Kami akan mengupayakan pemulihan fungsi hidrologis gambut selama 2016-2020," tambahnya di Palangka Raya, Kamis (19/5). Daerah lain yang disasar ialah Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, Jambi, Riau, dan Papua. "Sebagai awal, kami akan menyosialisasikan kerja di Kabupaten Pulang Pisau dengan melakukan pertemuan bersama masyarakat Desa Garung, Kecamatan Jabiren Raya," tambahnya.

Tahun ini, kata Nazir, selain melakukan restorasi gambut di Pulang Pisau, pihaknya juga melakukan kegiatan yang sama di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. "Merestorasi gambut itu memerlukan kerja sama semua pihak agar pelaksanaannya tepat sasaran. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi perhatian kami," ungkapnya. Badan Restorasi Gambut mencatat, dari total 2.681.441 hektarea lahan gambut yang akan direstorasi selama kurun waktu lima tahun, area terluas berada di Sumatra Selatan seluas 1.972.749 hektare, lalu Riau 938.485 hektare, dan Kalteng 679.573 hektare. Pada kesempatan yang sama, penjabat Gubernur Kalteng, Hadi Prabowo, mengatakan tahun ini pihaknya telah menyiapkan sejumlah rencana aksi untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Salah satunya ialah membuat sumur bor dan sekat kanal. "Kami juga mengupayakan untuk merancang pemulihan ekosistem gambut demi masuk rencana pembangunan jangka menengah daerah," tegasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya