Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi II DPR RI yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, memboyong 33 kepala desa (kades) dari Kabupaten Jepara untuk melakukan studi banding ke Desa Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Hal itu sebagai bentuk komitmen untuk memajukan daerah tempat pemilihannya. Selama dua hari, 13-14 Maret, para Kades diajak meninjau Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang dikelola masyarakat di sekitar Candi Borobudur. Sebagai informasi, Balkondes tidak hanya mengelola tempat wisata tetapi juga homestay, usaha kuliner, hingga kerajinan rakyat.
“Balkondes Borobudur digagas oleh Maladi yang menjadi kepala desa saat itu. Sekarang dia duduk sebagai anggota DPRD dari Partai NasDem. Maladi, ketika itu, melihat Desa Borobudur seperti punya uang di dalam toples. Punya warisan budaya Candi Borobudur, tetapi tidak merasa memiliki,” kata Lestari yang akrab dipanggil Rerie dalam dengar pendapat dengan para kades di Kabupaten Magelang, Jumat (13/3) malam.
Akhirnya, lanjut Rerie, Maladi berupaya merangkul masyarakat setempat untuk mau terlibat dalam mengoptimalkan potensi pariwisata yang ada.
“Dengan memanfaatkan tanah bengkok, Maladi mengembangkan homestay. Tidak sebatas itu, Maladi juga mengembangkan sektor UMKM, termasuk kuliner dan kerajinan rakyat, untuk ditawarkan kepada wisatawan lokal dan mancanegara,” ungkap Rerie.
Maladi juga menawarkan tur menggunakan mobil VW Safari untuk mengelilingi desa-desa yang asri di Kecamatan Borobudur. Seperti diketahui, Kecamatan Borobudur mencakup 20 desa, di antaranya Desa Borobudur.
Rerie melanjutkan bahwa dengan berbagai upaya tersebut, kini pemasukan Balkondes Borobudur mencapai kisaran Rp2,5 miliar dengan keuntungan kurang lebih Rp650 juta setahun.
Terinspirasi oleh keberhasilan Balkondes tersebut, lanjut Rerie, dia pun menawarkan para kades di Jepara untuk melakukan studi banding ke Desa Borobudur.
“Saat reses pekan lalu, saya ke Jepara dan menawarkan kepada para kepala desa, apakah mereka mau belajar dari Balkondes Borobudur? Mereka sangat antusias dan karena itu pada sisa masa reses, saya mengajak mereka ke Balkondes ini,” terang Rerie.
Menurutnya, Jepara memiliki potensi yang besar di bidang wisata dan ekonomi. “Jepara punya pantai, punya laut, dan ukir-ukiran. Oleh karena itu, saya berharap dengan kunjungan studi banding ini, para kepala desa dari Jepara dapat mengambil manfaat untuk diterapkan di daerah mereka masing-masing.” (Ten/N-3)
pemberdayaan desa melalui empat pilar pembangunan berkelanjutan, melibatkan generasi muda, komunitas lokal, dan program Desa Sejahtera
Antusiasme kepala daerah dalam pembentukan Posbankum sangat tinggi.
Pemkab Bekasi mengeklaim telah melakukan pengawasan ketat, mulai dari pengadaan bahan baku hingga proses pengolahan di dapur SPPG.
Penghargaan tertinggi ini diberikan kepada desa-desa yang sukses menyajikan pengalaman autentik sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di tingkat lokal.
Kapasitas pemerintah desa dalam mengelola anggaran masih jauh dari standar akuntabilitas yang dibutuhkan.
DIREKTORAT Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pentingnya komitmen yang kuat untuk menyelesaikan batas desa.
Upaya memperkenalkan pariwisata berkelanjutan berbasis energi bersih dari Indonesia kini menjangkau pasar global. Melalui ajang Discovering the Magnificence of Indonesia Expo 2025.
Program Borobudur Sunset merupakan langkah strategis untuk mentransformasi pengalaman kunjungan, dari destinasi sejarah menjadi sebuah perjalanan yang lebih mendalam.
Konsep wisata Borobudur semakin dikembangkan ke arah ekosistem lengkap, termasuk dengan pengembangan wisata di desa-desa sekitar candi.
Pengelola Taman Wisata Candi Borobudur juga mengembangkan wisata meditasi di kompleks candi tersebut, seperti wisata yoga dan menikmati sunrise.
Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia menanggapi polemik pemasangan stairlift di Candi Borobudur. Alat tersebut dipasang untuk memudahkan kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Seskab Teddy menjelaskan momen kedekatan kedua kepala negara itu juga terlihat saat berjabat tangan erat ketika foto bersama di pelataran Candi Borobudur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved