Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen tegaskan tidak ada warganya yang terjangkiti virus Covid-19 atau korona, meski saat ini ada 11 warganya yang berada dalam status orang dalam pantauan (OPD). Mereka ditetapkan sebagai ODP karena baru saja pulang dari luar negeri.
"Masyarakat Sragen jangan sampai panik. Tetap dalam budaya hidup sehat. Sering mencuci tangan usai berkegiatan dan cepat memeriksakan ke rumah sakit jika mengalami gejala demam dan batuk, sebagai upaya mengantisipasi sebaran virus korona," kata Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai menyaksikan simulasi penanganan kasus pasien corona di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Kamis (12/3).
Yuni memastikan Pemkab sangat serius memantau dan mengantisipasi kemungkinan sebaran virus Covid-19 atau virus korona di wilayahnya. Sebagai bukti keseriusan, pihaknya telah membangun fasilitas isolasi penanganan pasien korona di RSUD milik kabupaten Sragen.
Terkait 11 warga yang berada dalam status ODP karena usai bepergian dari luar negeri, Yuni mendapatkan laporan dari hasil observasi. "Negatif, tapi kita terus memantau. Yakinlah, kita bisa mengatasi" tuturnya.
Lebih jauh terkait evaluasinya usai menyaksikan pelaksanaan simulasi penanganan pasien korona yang disupervisi oleh dokter dari RSUD dr Moewardi Solo, Yuni mengatakan ada yang perlu disempurnakan atau diperbaiki.
"Seperti ruang isolasi. Mestinya tidak menggunakan gorden partisi mengingat lipatan-lipatannya sulit dibersihkan. Itu bisa jadi alat kontaminasi baru. Sekatnya harus dibuat permanen supaya tidak ada kontak antarpasien," kata Yuni yang juga seorang dokter.
Baca juga: Gubernur Jateng Ultimatum Penimbun Masker
Jatu Aphridasari (dokter RSUD dr. Moewardi Solo) selaku supervisor penanganan pasien corona di RSUD Sragen menjelaskan pelatihan mengacu protap di Kementerian Kesehatan. "Seluruh RS harus siap jadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 dengan satu standar protap yang sama yang ditentukan Kemenkes," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo mengumumkan adanya penambahan 3 rumah sakit rujukan untuk menangani pasien korona di Jawa Tengah. "Semula 10 rumah sakit, kini menjadi 13 RS," ujar Yulianto.
Selain untuk memudahkan masyarakat yang merasa butuh penanganan, saat ini ada 6 pasien di sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah. Ada dua di RSUD dr Moewardi Solo karena dikhawatirkan terjangkit korona.
"Ya memang belum ada kepastian, positif atau negatif karena hasil pemeriksaan laboratorium belum keluar. Tapi kita serius memantau dan menambah jumlah rumah sakit rujukan. Selain itu, koordinasi dengan pihak bandara atau pelabuhan untuk mengawasi orang yang dari bepergian luar negeri," tandas Yulianto. (OL-14)
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada Jumat 30 Januari Agus Triyono, tersebar di 18 lokasi.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Sekda Provinsi Jateng turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang lereng gung Lawu.
Selain hujan ekstrem, wilayah terdampak berada pada Sub DAS Penakir, bagian hulu Sub DAS Gintung, dengan kondisi lereng agak curam hingga sangat curam
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Penyemaian dilakukan pada area target di perairan utara Jawa Tengah dengan jarak 52–82 nautical mile dari Bandara Ahmad Yani Semarang.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved