Rabu 04 Maret 2020, 13:01 WIB

Gubernur Jateng Ultimatum Penimbun Masker

Widjajadi | Nusantara
Gubernur Jateng Ultimatum Penimbun Masker

MI/WIDJAJADI
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau persiapan standar operasional prosedur RSUD dr Moewardi Surakarta, Rabu (4/3/2020).

 

GUBERNUR Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendorong polisi bertindak tegas terhadap para penimbun masker. Padahal barang tersebut sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau covid-19 di tengah masyarakat.

"Karena itu tolong jangan timbun. Saya pastikan akan mengajak aparat penegak hukum untuk (menangkap). Jangan mencari keuntungan di atas penderitaan orang lain. Lebih dari itu, saya mendorong pabrikan untuk memproduksi masker lebih banyak lagi," tegas Ganjar Pranowo kepada wartawan di sela-sela meninjau persiapan SOP (standar operasional prosedur) RSUD dr Moewardi Surakarta untuk menangani penderita Corona, Rabu (4/3).

Ganjar menegaskan meski  belum ada yang positif korona di Jawa Tengah, pihaknya terus menerus melakukan sejumlah kesiapan, sebagai langkah antisipasi. Ia mencontohkan menyiapkan 10 rumah sakit sebagai rujukan penanganan apabila ada masyarakat yang terindikasi mengidap Covid-2019, dan memperketat pintu masuk Jateng baik bandara, pelabuhan dan stasiun.

Ia mengakui ada 26 pasien suspect korona di Jateng dan semuanya dinyatakan negatif. Dari 26 pasien yang suspect itu, 21 pasien sudah dinyatakan sembuh dan boleh pulang.

Kadinas Kesehatan Jawa Tengah, dr Yulianto Prabowo yang mendampingi Gubernur Ganjar melihat kesiapan RSUD dr Morwardi menghadapi pasien korona, membenarkan bahwa dari 26 pasien suspect korona, 21 orang dinyatakan sembuh dan boleh pulang.

"Sementara 5 pasien lainnya masih dilakukan observasi. Terbaru pasien (suspect) corona ada di Banyumas," tukas Yulianto.

Pemerintah Jawa Tengah, dalam upaya mencegah penyebaran virus mematikan asal Wuhan, Tiongkok itu akan melangkah dengan transparan dan tidak menutup-nutupi informasi.

"Semua terbuka, tidak ada yang ditutup tutupi," imbuh Ganjar sekali lagi.

baca juga: 15 Warga Batam Dalam Pengawasan Virus Korona

Dalam peninjauan di RSUD dr Moewardi Surakarta, Ganjar selain melihat kesiapan SOP untuk menangani korona, juga melihat ruang isolasi, ruang medis dan peralatan medis.

"Pokoknya masyarakat tidak perlu panik, 10 rumah sakit yang ditunjuk sudah siap menangani," katanya.(OL-3)

 

Baca Juga

Istimewa

Perampok Bersenpi Gasak Uang Puluhan Juta di Jambi

👤Solmi 🕔Kamis 09 April 2020, 14:50 WIB
DI tengah suasana galau pandemi virus korona (Covid-19), warga Kota Jambi dihebohkan aksi perampokan bersenjata api (senpi), Rabu sore...
MI/Adi Kristiadi

Warga Terkejut Polres Tasikmalaya Gelar Razia Masker

👤Adi Kristiadi 🕔Kamis 09 April 2020, 14:45 WIB
PENGENDARA terkaget-kaget karena takut ditilang, ternyata malah diberikan masker gratis untuk mencegah sebaran Covid-19. Petugas...
MI/SOLMI

Heboh Pasien Covid-19 Dipulangkan, RS: Saturasi Oksigen Normal

👤Solmi 🕔Kamis 09 April 2020, 13:51 WIB
Saturasi oksigennya (persentase haemoglobin yang berikatan dengan oksigen di pembuluh arteri) didiagnosa sudah normal, di atas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya