Kamis 12 Maret 2020, 18:10 WIB

Indonesia-Belanda Kerja Sama Pengembangan Pariwisata Danau Toba

Deri Dahuri | Nusantara
Indonesia-Belanda Kerja Sama Pengembangan Pariwisata Danau Toba

Istimewa
CELTH dari Belanda menandatangani nota kesepahaman dengan Institut Teknologi Del dalam pengembangan pariwisata Danau Toba.

 

DENGAN disaksikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan, Centre for Expertise, Leisure and Hospitality (CELTH) dari Belanda menandatangani nota kesepahaman dengan Institut Teknologi Del mengenai pengembangan pariwisata Danau Toba.

Penandatangan itu dilakukan dalam rangkaian acara seminar tentang pariwisata berkelanjutan dan kualitas air di Danau Toba yang diselenggarakan Institut Teknologi Del di Hotel Tabo, Toba Samosir, Sumatra Utara, pada 10-11 Maret 2020.

Seminar tersebut juga dihadiri Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Belanda Maxima Zorreguieta Cerruti sebagai bagian dari program kunjungan kenegaraan kedunya ke Indonesia.

Sejalan dengan rencana pemerintah Indonesia untuk menciptakan destinasi wisata baru, kerja sama Indonesia dan Belanda untuk pengembangan destinasi pariwisata yang  berkelanjutan dan tangguh dibentuk dengan menggunakan konsep Living Lab.

Konsep Living Lab menggabungkan kekuatan dari lembaga-lembaga pendidikan dan penelitian dari kedua negara bekerja sama dengan komunitas lokal, pengusaha dan pemerintah.

 Untuk mendukung pengembangan Danau Toba, Living Lab memiliki fokus jangka panjang dengan pembelajaran yang berorientasi pada tindakan, berdasarkan eksperimen yang diambi dari kehidupan nyata.

Sebagai kick-off dari Living Lab, pada minggu ini diselenggarakan workshop di Tuktuk, Danau Toba yang difasilitasi oleh CELTH. CELTH merupakan  kerja sama antara tiga Universitas Ilmu Terapan di Belanda, ,antara lain Universitas Ilmu Terapan Breda, Universitas Ilmu Terapan NHL Stenden dan Universitas Ilmu Terapan HZ.

Ketiga universitas tersebut bergabung untuk melakukan penelitian kolaboratif dalam kerja sama yang erat dengan Universitas riset di Belanda yaitu Universitas Wageningen, Universitas Groningen dan Universitas Tilburg.

Pada acara yang diselenggarakan selama dua hari tersebut pemangku kepentingan dari kelompok masyarakat, komunitas maupun individu serta pemerintah daerah membahas skenario masa depan untuk Danau Toba sebagai tujuan wisata berkelanjutan.

"Intinya kegiatan ini kami apresiasi bagaimana CELTH berusaha memberi dukuingan pariwisata pengembangan Danau Toba dengan menitikberatkan penggalian potensi baik alam, budaya, dan SDM secara terpadu," kata RE Naibaho, pelaku pariwisata.  

Pada acara workshop tersebut kebutuhan lokal mengenai pengembangan pengetahuan dan keterampilan diidentifikasi yang selanjutnya akan berfungsi sebagai masukan untuk agenda Living Lab di tahun-tahun mendatang.

Fase awal Living Lab akan dikerjakan dalam tiga tahun dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Konsulat Belanda di Medan, Nuffic Neso Indonesia, IT Del, CELTH dan mitranya, lembaga universitas, Wise Steps Foundation.

Pada acara seminar ini, Ratu Belanda Maxima Zorreguieta Cerruti juga menyempatkan untuk berdiskusi dengan mahasiswa program master Imagineering dari Universitas Ilmu Terapan Breda yang ikut terlibat dalam kegiatan Living Lab di Sumatera Utara. (RO/OL-09)

Baca Juga

MI/CRI CANON RIA DEWI

Sinergi BUMN dan BUM-Des Percepat Pemulihan Ekonomi di Lampung

👤Cri Canon Ria Dewi 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 21:10 WIB
Pemprov Lampung terus membuat terobosan baru berupa program-program unggulan yang bersinergi dengan BUM-Des dan Desa...
MI/YOSE HENDRA

PT Pangansari Utama Saling Sinergi Kembangkan Nasi Padang Instan

👤Yose Hendra 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 21:08 WIB
Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatra Barat Efendi melihat peluncuran Nasi Padang Instan merupakan wujud implementasi masa depan pangan...
MI/WIBOWO SANGKALA

Gubernur Wahidin Halim Banggakan Jalan Mulus yang Dulu Rusak Parah

👤Wibowo Sangkala 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 20:55 WIB
Jalan-jalan rusak di Kabupaten Pandeglang sudah disentuh dana Pemprov Banten, diperbaiki, dan kini jadi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya