Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Urusan Logistik (Bulog) memastikan mulai tahun ini akan meningkatkan kualitas beras yang dikonsumsi masyarakat. Untuk itu, beras medium yang selama ini lebih banyak disalurkan BUMN tersebut akan diganti dengan beras premium.
Hal ini disampaikan Direktur Utama Bulog Budi Waseso saat meninjau ketersediaan beras di gudang Bulog Jawa Barat, di Bandung, Selasa (3/3). Dia juga memastikan mulai tahun ini hanya akan menyalurkan beras premium kepada masyarakat.
Baca juga: Tahun Depan, Bulog bukan Penyalur Beras BPNT
Hal itu sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan yang terbaik kepada masyarakat. "Bulog tak ada lagi beras medium. Setelah sisa (beras medium) ini habis, beras kita premium semua," katanya.
Selain dengan kualitas premium, Budi pun memastikan pihaknya akan menyalurkan beras yang bukan hasil penyimpanan di gudang. Menurut dia, semua hasil ini seiring dengan dilakukannya berbagai pembaharuan di BUMN tersebut.
Menurut dia, selama ini pihaknya membeli beras medium dari pihak ketiga. "Ke depan Bulog punya mesin sendiri, kita kelola sendiri," katanya.
Dengan begitu, gabah yang diserap Bulog dari petani akan diolah sendiri oleh BUMN tersebut. "Tak lagi pihak ketiga. Pembeliannya (gabah) bisa lewat pihak ketiga. Tapi begitu kita gunakan, berasnya disetel dengan kualitas premium."
Meski hanya akan menjual beras premium, menurutnya masyarakat tak perlu khawatir karena harga yang diterapkan akan sama. "Beras premium, tapi harga medium. Ini baru namanya Bulog berpihak ke rakyat. Kalau sekarang beras medium, kasihan rakyat dikasih beras yang jelek-jelek. 2020 ini mulai kita berubah."
Lebih lanjut dia katakan, pihaknya pun akan meningkatkan keberpihakan kepada petani melalui pembelian dengan harga yang layak. "(Hasil petani) minimal 10% harus diambil. Kalau enggak, kasihan petani," katanya.
Nantinya, lanjut dia, begitu harga tinggi, pihaknya akan melepas beras ke umum dengan harga yang sesuai. "Begitu anjlok, ambil oleh Bulog dengan harga standar. Kita harus tahu, kasihan petani."
Tidak hanya itu, pihaknya terus berupaya dalam memotong mata rantai distribusi. "Masyarakat mudah belanja dengan mengakses online. Apa saja yang ada, bisa dibeli, tak usah datang ke pasar. Ini salah satu program kita untuk memotong mata rantai yang dimanfaatkan mafia," tegasnya. (BY/A-1)
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Perum Bulog resmi melepas kontainer ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan Jemaah Haji Indonesia Tahun 2026.
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
Perum Bulog melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasar secara serentak di seluruh Indonesia guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga beras serta Minyakita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved