Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK melindungi terjadinya kekerasan terhadap anak, Kabupaten Blora memiliki Unit Pelaksana Program Sosial Anak Integratif (UPPKSAI). Kehadiran UPPKSAI ini selain mendapat respons positif dari masyarakat, juga dari Badan Dunia menangani anak-anak Unicef.
"Jika ada masalah terhadap anak bisa langsung datang kesini untuk diberikan bantuan gratis. Di sini tidak hanya dinas sosial saja yang terlibat tetapi seluruh dinas terkait akan terhubung di sini," kata Bupati Blora, Djoko Nugroho usai meresmikan gedung UPPKSAI di Blora, Senin (24/2).
Djoko berharap dengan adanya UPPKSAI, anak-anak bisa mendapat hak-hak mereka serta mendapatkan perlindungan secara integratif, komprehensif dan berkelanjutan. Menurutnya anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Maka sudah seharusnya mendapatkan perlindungan dari pemerintah agar masa depannya cerah.
"Membangun jalan dan gedung itu mudah, yang sulit itu membangun kualitas SDM yang unggul," imbuhnya.
Hadirnya UPPKSAI di Blora ini mendapat apresiasi dari Unicef. Kepala Kantor Unicef wilayah Jateng-Jatim, Ari Rukmantara mengatakan sangat mengapresiasi tim bentukan Pemkab Blora untuk melindungi anak dari kasus-kasus kekerasan.
"Apresiasi yang saya sampaikan bukan hanya dari UNICEF perwakilan Jawa, dan Indonesia, namun juga dunia," kata Ari Rukmantara.
Menurutnya kasus kekerasan terhadap anak saat ini terus meningkat jumlahnya. Jika kasus itu dibiarkan maka berapa pun besarnya anggaran untuk menyelesaikan hal itu, tidak akan pernah tuntas.
Untuk itu cara yang tepat adalah mencegah sebelum terjadi kekerasan kepada anak," tegas Ari.
baca juga: Calon Perseorangan Ditolak 10 Menit Jelang Penutupan Pendaftaran
Pada kesempatan itu Kepala Dinsos Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Blora, Indah Purwaningsih mengungkapkan bahwa Blora menjadi daerah pertama di Jawa Tengah yang mendirikan UPPKSAI pada 2018, kemudian disusul Kabupaten Klaten dan Kota Solo. Untuk menjalankan UPPKSAI ini, P3A Blora mendapatkan dua tenaga sosial dari Kementerian Sosial berasal dari Rembang dan Maluku. Kedua tenaga sosial ini tinggal di Blora dan fokus pada pelayanan permasalahan sosial, dibantu beberapa staf dari Dinsos P3A Blora. (OL-3)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya membangun ekosistem hukum yang kuat serta edukasi yang memadai untuk melindungi anak-anak.
kasus kekerasan terhadap siswa ini mencederai rasa kemanusiaan.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini.
Psikolog anak, Mira Damayanti Amir, menekankan bahwa darurat kekerasan tengah terjadi di Indonesia.
UPAYA yang terukur untuk mewujudkan gerakan mengatasi kondisi darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak harus segera direalisasikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved