Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Bupati Ngada, Paulus Soliwoa menyayangkan maraknya Kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terus meningkat dari tahun ke tahun dan
melibatkan orang-orang dekat dengan anak.
Tahun 2019, Kata Bupati Soliwoa, tercatat 20 kasus kekerasan terhadap
anak. Dari 15 tersebut di antaranya kasus kekerasan seksual, empat kasus penelantaran anak, dan satu kasus bully.
Disayangkan, kekerasan terhadap anak banyak dilakukan oleh orang-orang
dekat korban, seperti orang tua sendiri, maupun kakak adik, om, tante
dan orang dekat lainnya. Ada juga pelaku kekerasan terhadap anak
dilakukan oleh anak dengan korban anak.
Hal tersebut disampaikan Bupati Ngada, Paulus Soliwoa ketika membuka
Konferensi Anak Daerah (Konferda) tingkat Kabupaten Ngada yang
berlangsung 20-23 Februari di Rumah Khalwat Bintang Bethlehem, Bejo,
Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.
Menurut Bupati Paulus Soliwoa, merebaknya kasus kekerasan terhadap anak sebagai ancaman serius bagi keberlanjutan generasi di wilayah itu dan
bangsa Indonesia pada umumnya.
Bupatipun minta berbagai pihak turun tangan ikut ambil bagian dalam
mengatasi kasus kekerasan terhadap anak yang terus meningkat dari tahun
ke tahun.
Bupati berbicara di hadapan 70 siswa utusan dari berbagai SMP dan SMA/SMK
se-Kabupaten Ngada yang juga dihadiri 35 guru pendamping serta undangan
lainnya, Minggu (23/2).
Paulus Soliwoa tercengang karena pada bulan kedua tahun 2020, ada dua
anak sebagai pelaku tindak kekerasan. Terjadi tiga kasus kekerasan
terhadap anak di bawah umur dengan dua anak sebagai pelaku kekerasan.
Pemda Ngada sendiri, berjanji melakukan interfensi melalui kebijakan
anggaran, guna melakukan berbagai kegiatan dan upaya advokasi anak.
Menurut sumber di Dinas PMDP3A Kabupaten Ngada yang membidangi urusan desa, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, tahun lalu untuk
bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) mendapat jatah anggaran sekitar Rp60 juta, dan tahun ini ada tambahan anggaran menjadi Rp89 juta lebih.
"Kita akan terus beri perhatian pada masalah ini. Karena ini demi masa
depan Ngada dan masa depan Bangsa. Intervensi anggaran untuk bidang ini
menjadi perhatian supaya bisa lakukan diversifikasi kegiatan anak,
sebagai langkah kampanye menolak kekerasan terhadap anak," kata Soliwoa. (PT/OL-10)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya membangun ekosistem hukum yang kuat serta edukasi yang memadai untuk melindungi anak-anak.
kasus kekerasan terhadap siswa ini mencederai rasa kemanusiaan.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini.
Psikolog anak, Mira Damayanti Amir, menekankan bahwa darurat kekerasan tengah terjadi di Indonesia.
UPAYA yang terukur untuk mewujudkan gerakan mengatasi kondisi darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak harus segera direalisasikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved