Jumat 21 Februari 2020, 20:25 WIB

Kenduri Kebangsaan Momentum Memajukan Aceh

Hendra Saputra | Nusantara
Kenduri Kebangsaan Momentum Memajukan Aceh

MI/Hendra Saputra
Sejumlah kuali besar telah disiapkan panitia untuk memasak 10 ekor sapi pada acara Kenduri Kebangsaan di Kabupaten Bireuen, Kamis (20/2).

 

KENDURI Kebangsaan menjadi momentum rekonsiliasi semua  elemen masyarakat Aceh untuk menyatukan persepsi memajukan Provinsi Aceh  di masa yang akan datang.  

Hal tersebut dikatakan Direktur Eksekutif Yayasan Sukma Ahmad Baedowi di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Jumat (21/2).

Baca juga: Kementan Sumbang 20 Sapi Jantan untuk Kenduri Kebangsaan

Menurutnya, Kenduri Kebangsaan di Kabupaten Bireuen sangat berarti bagi masyarakat Aceh, tidak hanya untuk peningkatan ekonomi, namun juga untuk peningkatan indeks pembangunan manusia yang masih terbilang rendah.

"Alasan-alasan inilah yang dikedepankan Surya Paloh saat menerima rekan-rekan dari forum bersama anggota DPR dan DPD RI asal Aceh. Beliau mengatakan, kenduri harus menjadi rekonsiliasi seluruh komponen masyarakat Aceh. Kita menyakini dengan kenduri apa saja yang menjadi masalah sebelumnya dapat diselesaikan," kata Baedowi.

Baca juga: Keacehan, Keindonesiaan, dan Keislaman Menggelora

Menurutnya, Kenduri Kebangsaan tidak hanya dihadiri masyarakat Kabupaten Bireun, namun juga perwakilan masyarakat dari 23 kabupaten/kota di Aceh yang diwakili pemerintah daerah, ulama dan para anggota DPRK.

"Seluruh elemen masyarakat itu akan hadir dan berkumpul di sini, menikmati Kenduri Kebangsaan," tambahnya.

Baca juga: Kenduri Kebangsaan di Aceh akan Dihadiri Presiden dan Surya Paloh

Plt Bupati Bireuen Muzakar A Gani mengatakan masyarakat Bireuen telah mempersiapkan berbagai hal menyambut Kenduri Kebangsaan. Karena, menurutnya, bagi masyarakat Aceh, kenduri adalah tradisi yang dilakukan di setiap momen penting untuk menyelesaikan masalah.

"Kenduri itu makan bersama yang diawali dengan penyelesaian masalah. Biasanya dilakukan dengan memotong sapi atau kerbau, kemudian larut bersama, ketawa bersama, setelah itu cair. Hal-hal yang pernah terjadi itu akan dilupakan semuanya," sebut Muzakar.

Baca juga: Serambi Mekah yang Penuh Kepedulian

Menurut Muzakar, banyak hal  bagi masyarakat Aceh yang diselasaikan dengan kenduri. Seperti halnya kenduri blang (kenduri sebelum turun sawah), kemudian kenduri laot (kenduri sebelum turun ke laut).

"Itulah dinamika masyarakat Aceh dalam merajut hubungan kebersamaan, perekatan budaya yang diakhiri dengan kenduri. Itu makna bagi masyarakat Aceh," tambahnya.

Kenduri Kebangsaan yang digagas Yayasan Sukma Bangsa dan Forum Bersama anggota DPR dan DPD RI asal Aceh bertujuan untuk membangun kembali semangat keacehan, keislaman, dan keindonesiaan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi pemersatu seluruh elemen masyarakat Aceh. (X-15)

Baca Juga

DOK.MI

Paman Bunuh Keponakan di Ruang Kelas Ditangkap

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 16:23 WIB
Pelaku ditangkap di kawasan Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Jumat (12/8)...
Dok.MI

Perempuan Tuna Rungu Jadi Korban Pemerkosaan oleh 2 Pemuda di Aceh

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 15:02 WIB
DUA pemuda asal Abdya, berinisial MR, 28, dan MA, 25 ditangkap polisi karena diduga melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis tuna...
MI/Arnold tanti

Mesin Monster Sampah Buatan BUMN Dioperasikan di Desa Adat Seminyak

👤Arnoldus 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 13:55 WIB
WAKIL Ketua DPRD Badung Wayan Suyasa memberikan apresiasi yang tinggi atas pemberian CSR mesin pengolah sampah berbasis sumber yang diberi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya