Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara memproyeksikan pertumbuhan ekonomi daerahnya akan mampu tumbuh hingga 5,7% pada 2021.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, kinerja makro ekonomi Sumut menunjukan pada 2019 pertumbuhan ekonomi tumbuh sebesar 5,22% atau di atas rerata nasional 5,02%.
Baca juga: Rusuh karena Salah Pengelolaan Rutan
Baginya, ini mengindikasikan ekonomi Sumut relatif tangguh terhadap berbagai dinamika perubahan dan tantangan ekonomi global. Edy optimistis ekonomi Sumut dapat tumbuh lebih baik lagi.
"Pada 2021, ekonomi Sumut kami targetkan tumbuh 5,3-5,7% dengan rata rata pertumbuhan dari kabupaten/kota wilayah Pantai Barat sebesar 5,79%," ujarnya, Jumat (21/2).
Target itu, lanjut Edy, seiring dengan fokus pembangunan Provinsi Sumut 2021 yang ditujukan pada peningkatan kompetisi sumber daya manusia yang unggul dan perluasan akses pendidikan menengah.
Kemudian konektivitas antara pusat pertumbuhan wilayah dengan pusat pusat produktivitas, peningkatan jangkauan layanan kesehatan, serta peningkatan nilai tambah sektor agraris dan pariwisata.
Baca juga: NasDem Bertekad Majukan Sumatra Utara
Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumatra Utara Wiwiek Sisto Widayat menilai Sumut masih memiliki sejumlah tantangan yang dapat menahan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.
Antara lain masih besarnya ketergantungan terhadap ekspor, terkait komoditas perkebunan dan gejala berkurangnya kontribusi lapangan usaha industri pengolahan kepada perekomian.
Di tengah potensi sumber daya alam yang cukup beragam, ekspor Sumut ke pasar luar negeri masih sangat didominasi produk CPO dan karet olahan.
Kemudian belum optimalnya efisiensi investasi dan masih cukup rendahnya daya saing Sumut dibandingkan dengan daerah lain.(X-15)
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved