Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Target Pertumbuhan 5,7%, Gubernur Yakin Sumut Tangguh

Yoseph Pencawan
21/2/2020 17:39
Target Pertumbuhan 5,7%, Gubernur Yakin Sumut Tangguh
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi(Antara)

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara memproyeksikan pertumbuhan ekonomi daerahnya akan mampu tumbuh hingga 5,7% pada 2021.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, kinerja makro ekonomi Sumut menunjukan pada 2019 pertumbuhan ekonomi tumbuh sebesar 5,22% atau di atas rerata nasional 5,02%.

Baca juga: Rusuh karena Salah Pengelolaan Rutan

Baginya, ini mengindikasikan ekonomi Sumut relatif tangguh terhadap berbagai dinamika perubahan dan tantangan ekonomi global. Edy optimistis ekonomi Sumut dapat tumbuh lebih baik lagi.

"Pada 2021, ekonomi Sumut kami targetkan tumbuh 5,3-5,7% dengan rata rata pertumbuhan dari kabupaten/kota wilayah Pantai Barat sebesar 5,79%," ujarnya, Jumat (21/2).

Target itu, lanjut Edy, seiring dengan fokus pembangunan Provinsi Sumut 2021 yang ditujukan pada peningkatan kompetisi sumber daya manusia yang unggul dan perluasan akses pendidikan menengah.

Kemudian konektivitas antara pusat pertumbuhan wilayah dengan pusat pusat produktivitas, peningkatan jangkauan layanan kesehatan, serta peningkatan nilai tambah sektor agraris dan pariwisata.

Baca juga: NasDem Bertekad Majukan Sumatra Utara

Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumatra Utara Wiwiek Sisto Widayat menilai Sumut masih memiliki sejumlah tantangan yang dapat menahan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.

Antara lain masih besarnya ketergantungan terhadap ekspor, terkait komoditas perkebunan dan gejala berkurangnya kontribusi lapangan usaha industri pengolahan kepada perekomian.

Di tengah potensi sumber daya alam yang cukup beragam, ekspor Sumut ke pasar luar negeri masih sangat didominasi produk CPO dan karet olahan.

Kemudian belum optimalnya efisiensi investasi dan masih cukup rendahnya daya saing Sumut dibandingkan dengan daerah lain.(X-15)
 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya