Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TANGGUL tua, sedimentasi serta penyempitan sungai menjadi penyebab banjir yang menerjang sejumlah titik di Kabupaten Cirebon semalam hingga hari ini. Penanganan sementara akan dilakukan terhadap tanggul yang jebol. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah Kabupaten Cirebon sejak sore hingga malam hari, Rabu (5/2) telah menyebabkan banjir menerjang sejumlah sejumlah di dua kecamatan di Kabupaten Cirebon. Banjir di antaranya menerjang 8 desa di Kecamatan Susukan.
"Namun ada 3 desa yang terparah mengalami dampak banjir," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, Kamis (6/2).
Masing-masing Desa Bojong Kulon, Susuka dan Bunder. Hingga kini hari bahkan masih menggenai Desa Susukan dengan ketinggian 10 cm.
"Tapi ketinggian air sudah turun dibandingkan semalam," ungkap Dadang.
Semalam air yang masuk ke permukiman penduduk sejak petang mencapai ketinggian 1,5 meter.
"Warga juga mengungsi karena tingginya air yang masuk ke rumah mereka," lanjut Dadang.
Saat ini, beberapa warga sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah. Namun masih ada juga yang bertahan di masjid yang dijadikan lokasi pengungsian.
"Kami juga sudah membuat dapur umum. Dapur umum akan dibangun hingga warga benar-benar kembali ke rumahnya kembali,"tegas Dadang.
baca juga: Rekanan Diberi Waktu 50 Hari Selesaikan Jembatan Ambruk
Banjir di Kecamatan Susukan ini menurut Dadang dikarenakan meluapnya Sungai Wayan Ayam yang hulu sungainya ada di daerah Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Derasnya air membuat tanggul yang sudah berusia tua tidak kuat dan akhirnya jebol. Mencegah banjir kembali terulang, BPBD Kabupaten Cirebon sudah melakukan koordinasi dengan dinas
PUPR Kabupaten Cirebon untuk membuat tanggul sementara. (OL-3)
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved