Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengembangkan pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar untuk skala industri. Tidak tanggung-tanggung, pengembangan ini akan dilakukan di seluruh wilayah provinsi tersebut.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, proyek ini bekerja sama dengan pihak swasta, selaku pemilik teknologi dalam pengolahan sampah plastik tersebut. Nilai investasinya mencapai Rp750 miliar per lokasi.
Jika berjalan mulus, pembangunannya akan dimulai pada pertengahan tahun ini di lima kawasan yakni Bandung Raya; Bogor Raya; Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang; Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan; serta Priangan timur (Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Pangandaran, dan Banjar). "Kalau ini berhasil, Jawa Barat akan menjadi provinsi pertama di Asia Tenggara yang punya sistem pengelolaan sampah plastik," kata Emil di
Bandung, Rabu (5/2).
Dia menambahkan, nantinya kapasitas di masing-masing pengolahan sampah itu mencapai ratusan ton dalam setiap hari. Sebagai contoh, Tempat Pembuangan Akhir Sampah Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat dan Galuga di Kabupaten Bogor masing-masingnya mampu mengonversi 600 ton sampah plastik per hari.
Dia, saat ini sedang dikerjakan DED untuk kelima lokasi tersebut. Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan membangun tempat pengolahan sampah plastik tersebut di Galuga untuk kawasan Bogor dan Sarimukti untuk kawasan Bandung. Masing-masing pengerjaannya memerlukan waktu sekitar 9 bulan. "Kita lihat mana yang duluan, Galuga atau Sarimukti," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, dengan hadirnya tempat pengolahan sampah plastik ini, nantinya kawasan Bandung dan Bogor Raya memiliki dua tempat pengolahan sampah.
"Bogor ada Nambo (pengonversi sampah menjadi batubara) dan Galuga. Di Bandung ada Legok Nangka dan Sarimukti," katanya.
Menurut dia, keberadaan TPAS Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat masih dibutuhkan sehingga pihaknya tidak akan menutup seperti yang direncanakan oleh Ahmad Heryawan, gubernur Jawa Barat sebelum Emil.
Berdasarkan penelitian Institut Teknologi Bandung, tambah Emil, operasional TPAS Legok Nangka di Cicalengka, Kabupaten Bandung hanya mampu mengatasi 50% dari jumlah sampah yang dihasilkan dari kawasan Bandung Raya.
"Jadi Sarimukti harus tetap berfungsi, tapi tak landfield lagi," katanya.
Untuk menyiapkannya, pihaknya akan bekerjasama dengan Perhutani untuk menambah luasan lahan TPAS tersebut.
"Ada penambahan lahan 20 hektare lewat Perhutani," katanya.
Di tempat yang sama, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, Galuga memiliki 38 hektare yang bisa digunakan untuk pengolahan sampah plastik tersebut. "Kita ingin maksimalkan Galuga. Paling yang digunakan dua hektare untuk (pengolahan sampah) plastik," katanya.
Dia menjelaskan, dalam setiap harinya kawasan Bogor dan Depok menghasilkan sampah 500 ton. "(Sebanyak) 80 tonnya sampah plastik. Kami ingin ini dituntaskan juga," katanya. (BY/OL-10)
Kegiatan pengelolaan dan daur ulang sampah ini menggandeng Waste4Change untuk melakukan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.
Jikaa dihitung secara kasar sejak tahun 2018 hingga tahun 2023, kerugian yang disebabkan oleh masalah pencemaran sampah plastik di laut Indonesia diperkirakan mencapai Rp2.000 triliun.
Sampah yang dihasilkan dari kegiatan masyarakat di Indonesia juga bisa masuk ke Samudera Hindia hingga ke Madagaskar.
Warga akan diedukasi modul Plastic, Sustainability & You Education (PSYE) untuk meningkatkan kesadaran tentang penggunaan plastik berkelanjutan dan pengelolaan limbah yang efektif.
Target pemerintah Indonesia dalam menurunkan kebocoran sampah plastik dari aktivitas masyarakat sebesar 70 persen pada 2025.
BRIN terus melakukan penelitian dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dalam mendeteksi jenis sampah plastik. Termasuk, melibatkan akademisi dari berbagai multidisiplin ilmu.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatasi spesifikasi kendaraan AMDK yang melintas dengan lebar maksimal 2.100 mm, JBB maksimal 8 ton, dan MST 8 ton.
Di Kabupaten Karawang dampak banjir cukup luas, yakni melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Pendapatan normal Jawa Barat di angka Rp26,9 triliun.
BUPATI Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kabar soal ratusan korban akibat adanya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak benar.
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved