Rabu 29 Januari 2020, 21:58 WIB

Wisatawan Gunung Kidul tidak Tepengaruh Antraks 

Retno Hemawati | Nusantara
Wisatawan Gunung Kidul tidak Tepengaruh Antraks 

ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Petugas melakukan penyuntikan vaksin antraks di Desa Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Rabu (22/1)

 

DINAS Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan kasus antraks yang terjadi di wilayah tersebut tidak mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai objek wisata.
  
Kepala Dinas Pariwisata Gunung Kidul Asty Wijayanti di Gunung Kidul, Rabu (29/1), mengatakan 90 persen kunjungan wisatawan adalah ke pantai. "Insya Allah tidak terpengaruh dengan kasus antraks," kata Asty.
  
Ia mengatakan kunjungan wisata saat libur akhir tahun serta libur tahun baru Imlek cukup tinggi. Kasus antraks hanya terdampak yakni kuliner daging. Sementara, wisatawan yang banyak ke pantai akan banyak mengonsumsi ikan laut. "Yang terpengaruh kasus antraks mungkin kuliner berbahan baku daging, seperti bakso. Kalau kunjungan wisata, Alhamdulillah tidak," kata dia.
  
Jumlah wisman di Gunung Kidul lebih banyak dari Malaysia, Singapura dan Thailand, serta dari Tiongkok namun jumlahnya tidak banyak. "Jumlah itu terbilang sedikit dibanding jumlah kunjungan wisatawan domestik sebanyak 3.267.497 orang," katanya. (Ant/OL-12)

Baca Juga

MI/Arnoldus Dhae

Bangkai Paus Bryde Membusuk Terdampar di Bali

👤Arnoldus Dhae 🕔Jumat 22 Januari 2021, 11:09 WIB
Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Ditjen Pengelolaan Ruang Laut  menguburkan paus bryde/paus...
ANTARA FOTO/Aloysius Jarot N

Ganjar Siapkan Rp1 Triliun untuk Dampak Perpanjangan PPKM

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 22 Januari 2021, 10:50 WIB
Ganjar meminta disiapkan Rp1 triliun sambil terus memantau dampak perpanjangan...
MI/Depi Gunawan

Tak Jadi Masuk Banyumas Karena Harus Tes Antigen Berbayar

👤Lilik Darmawan 🕔Jumat 22 Januari 2021, 10:26 WIB
Sejumlah warga luar daerah yang akan masuk ke Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) terpaksa balik kanan karena menolak rapid test antigen...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya