Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HARIMAU sumatra yang sempat diburu dan berkonflik dengan warga akhirnya tertangkap dan dibawa ke area konservasi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) di Dusun Pengekahan, Waiharu, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung.
Hewan karnivora itu tiba di area konservasi TWNC, Rabu (22/1/2020) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu cuaca di Tambling panas terik.
Di sana harimau sumatra tersebut menempati kandang berukuran 15 x 15 meter yang ditempatkan di pusat rescue TWNC. Sebelumnya, spesies harimau yang memiliki kulit paling gelap dari semua jenis harimau itu sempat susah untuk dikeluarkan dari kandang yang mengangkutnya.
Dibutuhkan waktu sekitar 2 jam agar karnivora yang memiliki nama latin Panthera tigris sumatrae itu mau keluar dari kandang. Selanjutnya, di kandang barunya di TWNC, harimau tersebut akan menjalani masa rehabilitasi.
“Yah, beginilah dinamika mengurus harimau,” kata Tomy Winata, pemilik sekaligus pengelola area TWNC yang hari itu ikut menyaksikan diterimanya harimau sumatra itu di area konservasi Tambling.
Untuk sementara, tim medis TWNC memberinya nama Si Enim karena tertangkap di daerah Muara Enim. Di tempat barunya, Si Enim tidak banyak melakukan aktivitas selain tidur.
Santapan lezat berupa seekor babi pun tak disentuh. Bahkan, harimau tersebut tidur berdampingan dengan babi yang disiapkan sebagai makanannya.
“Hasil obervasi sementara, dia tampak stres berat. Napasnya sangat cepat ketimbang biasanya. Bisa karena perjalanan dan ada sedikit luka pada bagian ekor. Sementara waktu kita diamkan dulu, belum bisa kita ambil tindakan apa pun,” kata Ketua Tim Dokter TWNC Sadmoko Kusumo yang menangani Enim.
Di TWNC, kata Sadmoko, mereka memiliki prosedur ketika menerima harimau baru. “Tindakan paling awal ialah observasi fisik, general chek up seperti manusia untuk mengetahui dia sehat atau tidak, mengambil darah, periksa feses, lalu kita lihat perilakunya dan melihat insting liarnya masih ada apa enggak,” jelasnya.
Selain itu, tim medis juga mengamati cara harimau itu makan, yaitu apakah incar tengkuk atau menyerang dari depan, bagaimana ketika bertemu manusia, serta kondisi fisik badan. Langkah itu sebagai bahan awal untuk treatment selanjutnya.
Peneliti Senior Bagian Konservasi TWNC Ardi Bayu Firmansyah menambahkan, TWNC menerapkan standar konservasi yang tinggi. Apalagi, di tengah kondisi makin berkurangnya populasi harimau sumatra yang jika merujuk pada angka terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup, hanya tersisa 603 ekor pada 2019.
“Upaya kita ialah menyelamatkan dan tidak bisa asal-asalan. Jika ekosistemnya kita jaga, rantai makanannya pun ikut terjaga.” (Ths/N-3)
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membenarkan kemunculan Harimau Sumatra (panthera tigris sumatrae) di akses jalan perusahaan minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP).
BBKSDA Riau menurunkan tim ke lapangan menyusul laporan kemunculan harimau sumatra di area tambang minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP), Siak, Riau.
SEORANG warga bernama Zulfikar mengaku bertemu harimau Sumatra di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.
Studi terbaru menemukan populasi harimau Sumatra yang sehat di Ekosistem Leuser, Aceh. Pemantauan kamera jebak multi-tahun mengungkap 27 individu dan tiga kelompok anak harimau.
HARIMAU Sumatra liar berkeliaran di areal kebun sawit Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, sekitar empat hari terakhir.
Sebelum kejadian, harimau tersebut sudah memberikan tanda suara, namun karena dianggap sudah biasa sehingga tanda diabaikan oleh korban.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Suryo menjelaskan, motivasi utamanya membangun pabrik di Lampung Timur adalah untuk menekan angka pengangguran yang tinggi di daerah asalnya.
Disebut Masjid Batu karena sejak didirikan pada era 1970-an, dindingnya tersusun dari batu kali hasil gotong royong warga.
Jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved