Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH petani di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang menggunakan pupuk organik hanya sekitar 10%. Satu di antara penyebab relatif sedikitnya petani yang memakai pupuk organik dipicu kebiasaan.
Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura (DP3K) Kabupaten Cianjur, Henny Iriani Winata, tak memungkiri masih cukup sedikitnya petani yang menggunakan pupuk organik. Padahal, kata Henny, sebetulnya pupuk organik tidak terlalu sulit untuk didapatkan.
"Tapi karena petani sudah terbiasa mendapatkan pupuk kimia dengan cara instan dan mudah diperoleh, maka agak susah juga untuk mengubah kebiasaan. Makanya, hingga saat ini hanya sekitar 10% saja petani yang menggunakan pupuk organik," terang Henny kepada Media Indonesia, Jumat (24/1).
Sejauh ini, kata Henny, pupuk organik yang digunakan merupakan hasil produksi para petani alias kompos. Mereka membuat sendiri pupuk organik tersebut dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada.
"Intinya, penggunaan pupuk organik itu tergantung kepada kesungguhan para petani untuk mengubah sikap, perilaku, dan keterampilan," ucapnya.
Pemkab Cianjur pun terus berupaya menyosialisasikan dan memberdayakan para petani agar tak terlalu menggantungkan terhadap penggunaan pupuk kimia. Upaya itu di antaranya dengan melaksanakan berbagai program.
"Misalnya dengan melaksanakan bimbingan teknis untuk para petani tentang tata cara pembuatan kompos. Kemudian kami juga mengadakan sekolah lapangan pengelolaan pertanian terpadu, pembuatan pestisida atau agensia hayati, dan upaya-upaya lainnya," beber Henny.
Selain dari keilmuan, lanjut Henny, DP3K Kabupaten Cianjur juga memberikan bantuan sarana dan prasarana. Di antaranya alat pembuatan kompos dan unit pengolah pupuk organik (UPPO) dengan cara menernak sapi di beberapa lokasi.
"Untuk lebih menegaskan pentingnya penggunaan pupuk organik, kami juga mendorong telah dibentuknya kelompok petani organik dan gabungan kelompok petani organik," jelasnya.
Program tersebut sudah mulai berjalan. Hasilnya, ada beberapa kelompok petani yang sudah menghasilkan beras organik tersertifikasi Indonesian Organic Farming Certification (Inofice) yakni sebuah lembaga sertifikasi pangan organik.
baca juga: Sebanyak 1.020 CPNS Flores Timur Memperebutkan 54 Jabatan
"Produksi beras organik ini sudah mulai dipasarkan di pasar modern dan dipasarkan kepada para pelanggan khusus," ungkap Henny.
Henny menuturkan ke depan akan terus menyosialisasikan dan mendorong kebiasaan para petani agar menggunakan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik juga bisa mencegah berbagai kendala teknis yang biasanya terjadi saat menggunakan pupuk kimia. (OL-3)
Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton untuk Perkuat Produksi Pupuk NPK
Selama ini, sektor pertanian di Papua terbebani oleh ongkos pengiriman pupuk yang sangat mahal.
“Kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pengiriman yang masuk ke kios sangat terbatas."
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menutup tahun 2025 dengan kinerja produksi yang melampaui target, menandakan peran strategis perusahaan dalam menjaga pasokan pupuk nasional.
PROVINSI Jawa Timur masih menjadi tulang punggung produksi beras untuk menopang kebutuhan nasional.
PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia resmi menandatangani kontrak pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi di 2026.
Kelompok tani yang beranggotakan 10 orang ini mampu menghasilkan pendapatan antara Rp8 juta sampai Rp9 juta per bulan yang dibagikan merata ke seluruh anggota.
OASE-KIM sangat mendorong masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif yang bisa menghasilkan nilai gizi sehat bersumber sayur dan buah-buahan.
Kelompok Tani Rumah Pangan Lestari yang berada di Jorong Kayu Aro, Kabupaten Solok ini misalnya, sejak beberapa tahun terakhir menerapkan pertanian organik.
Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian terus menggalakkan pengembangan pertanian organik melalui Petani Milenial Akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) disingkat Tani AKUR.
KOMISI IV DPR RI mendukung Kementerian Pertanian RI menggaungkan Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) dalam upaya mendorong petani memanfaatkan pupuk organik
Pelatihan pertanian organik yang bertajuk 'Cetak Petani Muda Kompeten' itu diikuti puluhan petani muda yang tergabung dalam Petani Muda Pacira (Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved