Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAKAN penghijauan massal secara massif dan besar-besaran dilakukan di Kabupaten Flores Timur, NTT dengan menggandeng ribuan anggota Pramuka. Penghijauan serentak ini dilakukan di 19 kecamatan yang ada di Flotim.
Ada 5.000 lebih pohon beringin dan lebih dari 3.000 pohon bambu, ditambah tanaman bakau dan terumbu karang yang disediakan Pemkab Flores Timur untuk gerakan penghijauan tersebut. Penghijauan serentak ini juga melibatkan TNI-Polri dan warga di setiap kecamatan hingga di desa-desa.
Ketua Pramuka Flores Timur yang juga Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli menjelaskan gerakan penghijauan dilakukan secara massal oleh anggota Pramuka, terkait aksi peduli lingkungan.
"Ini merupakan salah satu agenda kegiatan Pramuka Flores Timur terkait peduli lingkungan. Dalam kegiatan ini, saya mengajak puluhan ribu anggota Pramuka yang tersebar di seluruh Flotim ini diajak turun gunung dan melakukan penghijauan di seluruh daerah mata air di Flores Timur, di Gunung Ile Mandiri dan penanaman di bukit-bukit gundul di Pulau Solor," kata Agus Boli, Rabu (22/1).
Wakil Bupati Agus Boli ikut serta menanam pohon di sekitar daerah mata air di Desa Lewo, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara. Hal sama juga dilakukan oleh Bupati Flores Timur yang melakukan penanaman pohon di sekitar mata air Bama Blepanawan.
baca juga: Pemkab Klaten Sebut Penting UPTD Perlindungan Anak dan Perempuan
Menurut Agus Boli, selain sebagai misi kegiatan Pramuka peduli lingkungan, aksi ini juga untuk mengajak seluruh warga menjaga lingkungan, menjaga debit mata air, mencegah erosi dan banjir, sekaligus untuk menjaga hubungan kedekatan dengan alam. (OL-3)
Melalui penghijauan ini, para pemangku kepentingan berharap fungsi ekologis kawasan dapat kembali kuat sekaligus memberikan edukasi konservasi kepada masyarakat.
Gerakan ”Kelola e-Waste, Sayangi Bumi” berlangsung pada 14 Oktober hingga 31 Desember 2025, dengan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak.
GERAKAN penghijauan berskala nasional akan resmi dimulai dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Intensitas hujan tinggi yang terjadi dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa longsor, banjir, pohon tumbang dan pergerakan tanah.
Penanaman 5.831 bibit pohon di Desa Sagaranten, Sukabumi, pada Selasa, (23/12) menjadi bentuk aksi pelestarian yang terukur dan berkelanjutan.
Upaya mitigasi bencana banjir dan longgor kembali ditegaskan melalui kegiatan Penanaman Pohon Bersama yang digelar Korps Marinir TNi AL dan Pemprov Jabar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved