Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Desa Pajenangger, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menemukan beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diduga palsu. Beras program bantuan untuk warga miskin tersebut diduga mengandung plastik. Menurut warga, selain saat dimasak beras tersebut tidak seperti beras yang biasa mereka konsumsi, beberapa orang warga yang mengkonsumsinya merasakan mual dan sakit perut.
"Berasnya terasa kenyal dan tidak hancur saat dikepal-kepal di tangan," kata Fathullah, warga Pajenangger, Minggu (19/1).
Secara kasat mata, kata dia, beras itu tidak beda dengan beras biasanya. Hanya setelah dimasak, beras tidak mengembang dan tidak bisa dihaluskan.
"Beras yang diduga mengandung plastik itu sepertinya.sengaja dicampur dengan beras asli sehingga tidak terlalu nampak," katanya.
Kepala Desa Pajenangger, Surahwi, mengatakan setelah mendapatkan keluhan dari warganya, pihaknya langsung memerintahkan agar beras tersebut dikumpulkan di balai desa untuk dikembalikan ke supliyer.
"Tapi yang kami perintahkan untuk dikembalikan hanya yang diduga mengandung plastik," ujarnya.
Ia menjelaskan, beras yang digunakan sebagai beras BPNT di desanya, tidak hanya satu merek. Dan yang diduga mengandung plastik hanya satu merek,namun ia menolak menyebut merek beras tersebut.
"Saat beras itu sampai di sini, kami sudah memeriksa. Tapi hanya melihat sekilas dari luar bungkus dan nampak seperti beras yang bagus dan sangat layak konsumsi," jelas Surahwi.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep, Mohammad Iksan, mengatakan pihaknya akan segera mengambil sampel beras yang diduga mengandung plastik tersebut untuk diteliti di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPPOM) atau ke Badan Riset dan Standarisasi (Baristand) Industri di Surabaya.
"Penelitian itu untuk memastikan apakah benar beras tersebut mengandung unsur plastik atau tidak," katanya.
baca juga: Harga Cabai Merah di Larantuka Rp100 Ribu/kg
Jika memang terbukti mengandung plastik, Dinsos akan melakukan langkah hukum tethadap rekanan dan perusahaan yang memproduksi beras tersebut.
"Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisiam dan meminta kasus ini ditangani secara tuntas," kata Iksan. (OL-3)
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved