Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI tangkap pelaku pembuang bayi perempuan di Kampung Leuweung Gede, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi ditangkap polisi.
Pelaku yakni MN, seorang pelajar kelas 3 sekolah menengah pertama.
Motif kasus pembuangan bayi tersebut lantaran kekasih MN yang juga masih teman sekolahnya tidak mau bertanggungjawab setelah mengetahui MN hamil.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cimahi, Iptu Mugiono menjelaskan, MN diamankan polisi usai pihaknya menerima laporan penemuan bayi di salah satu rumah warga.
"Pelaku diamankan Rabu (8/1) kemarin, saat ini dia sedang ditangani oleh Unit PPA Polres Cimahi," ujarnya, Kamis (9/1).
Kondisi jasad bayi ditemukan terbalut kain batik berwarna coklat dengan keadaan telah membusuk dan dipenuhi belatung.
"Jabang bayi tersebut diduga dibuang sejak empat hari yang lalu. Baru ketahuan setelah tercium bau busuk oleh pemilik rumah," ungkapnya.
Dia menjelaskan, orangtua kedua pasangan muda-mudi ini tidak tahu jika mereka berhubungan hingga menyebabkan MN hamil. Atas perbuatannya, keduanya terancam Pasal 341 KUHP tentang penghilangan nyawa secara sengaja.
"Mereka pacaran, satu sekolah juga. Kalau dilihat dari alamatnya, rumah pasangan ini bertetangga di Cimahi Selatan," bebernya. (OL-11)
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Anak akan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi dan merasa putus asa karena dari stigma negatif dari lingkungannya.
Anak yang kurang mendapat nilai dari keluarga juga memengaruhi mereka dalam meregulasi emosinya saat menghadapi keinginan yang belum terpenuhi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved