Kamis 09 Januari 2020, 20:00 WIB

Gunakan Bom Ikan di Taman Wisata Laut, 7 Nelayan Sikka Ditangkap

Alexander P Taum | Nusantara
 Gunakan Bom Ikan di Taman Wisata Laut, 7 Nelayan Sikka Ditangkap

Ist
Penggunaan bom ikan oleh nelayan melanggar hukum.

 

TUJUH nelayan asal Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (9/1) pagi, ditangkap tim gabungan yang terdiri atas Polair Polda NTT, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, dan Kepala Desa Darat Pantai.

Ketujuh nelayan tersebut diduga menggunakan bom saat menangkap ikan di daerah konservasi terumbu karang di Desa Darat Pante, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Flores, NTT.

"Wilayah pesisir Desa Darat Pantai merupakan daerah konservasi terumbu karang yang dekat dengan taman Laut Teluk Maumere, para terduga pembom ikan ini berasal dari Desa Parumaan," ungkap Kepala Desa Darat Pantai, Emanuel Nong Endi, kepada media ini, Kamis petang.

Penangkapan dilakukan pagi sekitar pukul 6.00 WIT. Ketujuh nelayan itu ditangkap dengan mengerahkan dua kapal ikan ukuran sedang dengan dua sampan. Penangkapan terhadap tujuh nelayan Parumaan tersebut dilakukan petugas Polair, persis di perairan di depan Pulau Pangabatang yang tidak berjauhan dari pesisir Desa Darat Pantai.

Aktivitas pengeboman ikan ini dilakukan di pesisir pantai Desa Darat Pantai di saat gelombang besar, sehingga mengelabui masyarakat dan aparat kemanan setempat karena bunyi ombak.


Baca juga: Angin Kencang di NTT, Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Tumbang


"Tapi kalau musim tenang mereka lakukan aktivitas pengeboman ikan antara 2 sampai 3 hari saja tapi terus mereka lakukan, kadang juga aktivitas pengeboman ikan dilakukan pada malam hari," ujarnya.

Mereka bukan hanya melakukan pengeboman ikan di wilayah perairan Desa Darat pantai saja tetapi juga di wilayah Pangabatang di Pulau Babi yang merupakan daerah konservasi terumbuh karang.

Para pelaku pengeboman ikan diduga melakukan aktivitas pengeboman ikan secara berkelompok. Ada yang bertugas melemparkan bom kemudian langsung pergi, kemudian ada lagi kelompok yang hanya bertugas melakukan penyelaman dan ada kerja sama antarnelayan.

Tujuh orang yang berhasil ditangkap Polair dan KSDA ialah kelompok pengebom dan penyelam dan yang diduga melakukan pengeboman dengan menggunakan kapal motor sedangkan yang melakukan penangkapan dan penyelaman itu menggunakan sampan.

"Dari kartu identitas kependudukan mereka yang diduga melakukan pengeboman dan penyelaman merupakan warga Permaan," ujarnya.

Untuk diketahui bahwa wilayah Wairterang sampai wilayah Bangkoor merupakan wilayah Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Maumere. (OL-1)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Bayu Pratama

Presiden Akan Cek Kondisi Banjir di Kalsel Hari Ini

👤Nur Azizah 🕔Senin 18 Januari 2021, 07:56 WIB
Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan mengunjungi Banjarbaru, Kalimantan Selatan hari ini, Senin (18/1/2021). Presiden berangkat...
MI/Agus Utantoro

Gunung Merapi Keluarkan Lava Pijar dan Awan Panas

👤Agus Utantoro 🕔Senin 18 Januari 2021, 07:22 WIB
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi pada Senin (18/1) dari pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB, diwarnai dengan satu kali luncuran...
Dok Adaro

BNPB Bantu Rp3,5 Miliar Untuk Dana Siap Pakai Banjir Kalsel

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 18 Januari 2021, 07:10 WIB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyerahkan bantuan berupa Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp3,5 miliar untuk penanganan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya