Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH nelayan Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) enggan melaut selama sepekan kedepan, karena khawatir dengan adanya angin kencang dan cuaca ekstrem yang diingatkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geo fisika (BMKG) setempat.
Ketua TPI kecamatan Muncar, Abidin saat mengatakan,imbas dari peringatan cuaca ekstrem tersebut membuat dua tempat di Banyuwangi, seperti pantai Grajagan dan Pancer tidak ada yang pergi melaut.
"Di wilayah itu (Pancer dan Grajagan) tidak ada nelayan yang kerja mencari ikan," kata Abidin, Selasa (7/1).
Kendati demikian kata dia ada beberapa nelayan di Banyuwangi yang masih nekat mencari ikan di laut. Namun para nelayan tersebut tidak berani pergi ke tengah terutama di perairan Banyuwangi Selatan.
"Kalau di Selat Bali masih ada beberapa nelayan yang mencari ikan, kalau menuju ke tengah mereka masih belum berani, "Tuturnya.
Sementara itu salah satu nelayan asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Krisna,30, mengungkapkan, meskipun ada informasi dari BMKG Jawa Timur, terkait cuaca ekstrem, namun nelayan ditempatnya masih nekat pergi melaut mencari ikan.
Mereka yang pergi melaut kata dia hanya sebagian nelayan, seperti perahu yang berukuran kecil, yang biasanya mencari, lobster maupun kepiting.Sedangkan untuk perahu besar jumlahnya hanya sedikit yang pergi melaut 10 sampai 15 perahu saja.
"Kalau untuk perahu kecil seperti nelayan mencari kepiting dan lobster, banyak yang pergi melaut, tapi ya di pinggir-pinggir saja. Untuk nelayan perahu besar tidak banyak," katanya.
Sedangkan, untuk harga Ikan kata dia, harga terbilang masih cukup stabil. Karena pada beberapa waktu yang lalu, banyak nelayan setempat yang banyak mendapatkan ikan, hal tersebut membuat kebutuhan masih mencukupi,baik untuk masyarakat maupun perusahaan pengalengan ikan.
"Untuk harga ikan seperti lemuru sekarang masih normal Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per kilogram tapi kalau malam tahun baru kemaren naik sampai Rp35 ribu," ujarnya.
Berdasarkan keterangan BMKG Jatim wilayah perairan selatan Banyuwangi akan terjadi cuaca ekstrem pada periode 04 -10 Januari 2020. Untuk itu masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrim tersebut. (OL-11)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved