Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
JAJARAN Polres Tasikmalaya Kota mengungkap pelaku pencurian kendaraan pick up dan motor roda dua dengan jumlah 7 orang pelaku. Dari 7 pelaku, satu orang ditembak kakinya karena berusaha kabur karena berusaha melawan petugas.
Kapolres Tasikmalaya Kota, Ajun Komisaris Besar Anom Karibianto mengatakan, polisi berhasil menangkap TD, 29 warga Burujul Kota Tasikmalaya. Dan YN, 24 residivis warga Kecamatan Cikoneng, Ciamis. Keduanya spesialis pencuri kendaraab motor dengan wilayah operasi di Tasikmalaya, Purwakarta dan Cilacap.
Anom menambahkan lima penjahat lainnya yang berhasil ditangkap polisi yakni AS, 27, TH, 17, warga Salopa, DR, 20, warga Ciawi, PR, 20, dan SB, 35, warga Kota Tasikmalaya. Mereka telah melakukan aksinya sejak tahun 2011 tersebar di 31 lokasi. Polisi mengamankan 13 unit kendaraan curian.
baca juga: Bencana Di Babel Renggut 43 Nyawa
"Kendaraan hasil curian mereka dijual dengan harga Rp9 juta untuk roda 4, dan untuk roda 2 berbagai merek dijual dengan variasi antara Rp1,5 juta, Rp 2 juta sampai Rp 5 juta. Motor yang mereka curi umumnya diparkir di lahan parkiran. Rata-rata sehari mereka membawa kabur satu hingga tiga unit kendaraan," terang Anom, Rabu (1/1/2020). (OL-3)
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Anak akan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi dan merasa putus asa karena dari stigma negatif dari lingkungannya.
Anak yang kurang mendapat nilai dari keluarga juga memengaruhi mereka dalam meregulasi emosinya saat menghadapi keinginan yang belum terpenuhi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved