Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PASOKAN bahan bakar minyak (BBM) dan LPG (liquefied petroleum gas) di wilayah terdampak banjir, akibat luapan Sungai Citarum di Kabupaten Bandung sampai saat ini masih aman dan belum terganggu. Namun demikian, salah satu lokasi pengisian BBM di Kecamatan Dayeuhkolot tidak beroperasi sementara.
"Untuk sementara, SPBU Pertamina 34.40307 di Jalan Raya Dayeuhkolot tidak dapat beroperasi karena akses jalan di depan SPBU masih tergenang air," kata Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami, Kamis (19/12/2019).
Diakuinya, akhir-akhir ini curah hujan di wilayah Bandung sangat tinggi sehingga menyebabkan kawasan Dayeuhkolot tergenang banjir sejak Selasa (17/12) malam lalu. Akan tetapi, berdasarkan pantauan terakhir, akses jalan menuju SPBU di Dayeuhkolot sudah mulai dapat dilalui.
"Kami upayakan agar secepatnya dapat beroperasi normal," ujarnya.
Dia menyatakan, sarana dan fasilitas SPBU masih dalam kondisi aman karena sudah dirancang sesuai dengan kondisi rawan banjir. Dewi juga memastikan pasokan BBM di wilayah Dayeuhkolot dalam kondisi aman.
baca juga: Intoleransi masih jadi Ancaman di Temanggung
Untuk menjamin ketersediaan BBM, masyarakat tetap dapat memperoleh BBM melalui SPBU alternatif yakni di SPBU Pertamina 34.40313 dan SPBU 34.40222 yang berlokasi di Jalan Moh Toha, serta SPBU 34.40326 di Jalan Terusan Bojongsoang, Baleendah yang masih beroperasi seperti biasa. (OL-3)
Tasriah 75 tahun, penderita sakit stroke di kampung Dukuh Desa Mulyasari, Pamanukan Subang, harus seger dievakuasi karena ketinggian banjir makin naik.
Umur tanaman padi yang terendam air berkisar 10 hingga 25 hari
Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan darurat kepolisian apabila membutuhkan bantuan.
Ia menegaskan kondisi tersebut menuntut penguatan kesiapsiagaan dari berbagai sektor, terutama dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi pada akhir Januari 2026 memaksa 15.335 jiwa warga mengungsi ke sejumlah lokasi aman.
Dampaknya sangat dirasakan oleh para petani dan pedagang kecil yang kini kehilangan mata pencaharian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved