Kamis 19 Desember 2019, 15:06 WIB

Intoleransi masih jadi Ancaman di Temanggung

Tosiani | Nusantara
Intoleransi masih jadi Ancaman di Temanggung

MI/Tosiani
Polres Temanggung menggelar apel keamanan Natal dan Tahun Baru

 

POTENSI kerawanan intoleransi dan terorisme masih jadi fokus utama dalam pengamanan Hari Raya Natal Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Hal itu lantaran di daerah tersebut pernah mencuat kerusuhan berbasis agama hingga berujung pada upaya pengrusakan dan pembakaran sejumlah gereja pada Februari 2011.

"Pengamatan kami, yang rawan masih terorisme dan intoleransi, mudah-mudahan tidak ada. Jangan terjadi di sini. Pengalaman dulu pernah ada bakar-bakar gereja," cetus Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Staf Komando Distrik Militer (Kasdim) 0706 Temanggung, Kapten Edward Phillip William, di Temanggung, Kamis (19/12/2019).

Menurut dia, potensi intoleransi di wilayahnya memang masih besar. Namun demikian, ia berharap intoleransi dan aksi terorisme tidak terjadi di Temanggung selama perayaan Natal berlangsung. Masyarakat bisa merayakan Natal dengan tenang dan aman.

"Ya, seperti itulah. Tercium juga aroma intoleransi, tapi mudah-mudahan jangan sampai terjadi di bumi Indonesia, khususnya Temanggung. Yang sudah ya sudah. Sehingga kegiatan Natal bisa dilaksanakan dengan senang hati," katanya.

Pada pengamanan Natal ini, katanya, TNI akam turut membantu melakukan pengamanan gereja-gereja dan kantor-kantor instansi pemerintah. Tiap gereja dan kantor instansi itu ditempatkan dua orang personel TNI, dua orang personel Polri, dibantu Satpol PP dan unsur masyarakat.

"Kami juga menyiagakan satu pleton personel TNI, stand by, kalau terjadi apa-apa siap bergerak," katanya.

baca juga: Arus Kendaraan ke Puncak Akan Diitutup Pada Malam Tahun Baru

Terkait potensi intoleransi, Waka Polres Temanggung Kompol Kelik Budiono mengatakan, dalam pra operasi beberapa waktu lalu, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah organisasi masyarakat. Pada kesempatan itu mereka menyepakati tidak akan melakukan upaya intoleransi saat perayaan Natal.

"Yang kita amankan gereja, tempat peribadatan dan lalu lintasnya. Potensi kerawanan yang ada masalah terorisme dan pelarangan ibadah, meski itu terjadi di luar sana. Untuk di Temanggung mudah-mudahan tidak ada. Sesuai dengan kesepakatan kemarin ketika kita kumpulkan ormas tidak akan melakukan itu," tegas Kelik Budiono. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More