Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Polres Tasikmalaya Kota bersama TNI menjaga ketat rumah kontrakan yang memproduksi narkoba jenis obat PCC di kawasan Kampung Awilega, Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
Dua tersangka telah diamankan polisi yakni Muhamad Joko Pamungkas, 25 warga Binangun, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen dan Trihadi Wiharto, 40, warga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Keduanya dibawa ke Polres Tasikmalaya Kota setelah ditangkap di rumah berkedok pabrik sumpit itu.
Penggerebegan dilakukan tim gabungan dari Direktur Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat bersama Dit IV Mabes Polri. Aparat mengamankan barang bukti obat berjenis PCC siap edar, siap cetak, bahan pembuat baku obat, 7 alat mesin cetakan obat berlogo dan 1 oven (pemanas).
"Rumah kontrakan itu milik Oding Rohandi. Di belakangnya pun terdapat pabrik sumpit bambu dan tusuk sate. Masyarakat mengetahui adanya pabrik sumpit bambu sudah berjalan tahunan. Mereka tidak pernah melihat produksi obat-obatan," kata Ujang, 53, warga Kecamatan Kawalu, Selasa (26/11/2019) malam.
baca juga: BNN Ungkap Produksi dan Peredaran Pil PCC di Jabar dan Jateng
Warga tidak pernah menaruh curiga terhadap Trihadi Wiharto yang mengontrak rumah untuk dijadikan usaha sumpit dan tusuk sate ini. Ujang mengatakan pemilik rumah juga jarang berkomunikasi dengan warga. Namun dari laporan warga, sering kali ada truk box yang keluar masuk dari pabrik tersebut. (OL-3)
Seluruh pihak yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
FBI menangkap Ryan Wedding, eks atlet Olimpiade Kanada yang jadi gembong narkoba. Diduga pimpin kartel lintas negara dengan omzet Rp15 triliun per tahun.
Tersangka diketahui mengelola aktivitas home industry pembuatan tembakau sintetis di lokasi tersebut.
BNN juga mengingatkan target utama peredaran narkoba adalah generasi muda usia produktif (16-35 tahun).
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved