Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Kebumen, Jawa Tengah (Jateng) menggelar Resonansi Kebangsaan dan Keberagaman sebagai upaya mencegah paham radikalisme. Acara itu juga upaya mempertahankan Pancasila sebagai asas berbangsa dan bernegara. Acara pada Kamis (7/11/2019) langsung dipimpin Wakapolres Kebumen Komisaris Prayudha Widiatmoko. Pesertanya adalah anggota Polres baik Perwira, Bintara, Kapolsek, dan seluruh Polwan Polres Kebumen.
"Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kegiatan serupa yang telah dilaksanakan oleh seluruh Polda seluruh Indonesia," kata Prayudha Widiatmoko.
Ia mengatakan kegiatan Resonansi Kebangsaan dan Keberagaman perlu dilakukan untuk memberikan pemahaman pentingnya peran personel polisi, polwan, dan anggota Bhayangkari dalam turut serta mencegah radikalisme karena dapat mengancam keutuhan NKRI.
"Paham radikalisme, intoleransi dan anti pancasila dengan dibungkus agama sudah merambah ke seluruh lini bangsa Indonesia. Hal tersebut juga bisa menjadi tameng bagi kelompok mereka ketika dilakukan penindakan tegas dianggap terjadi kriminalisasi, hal ini perlu dilakukan pencegahan sedini mungkin dari institusi Polri," tambahnya.
Dia menambahkan latar belakang dilaksanakan kegiatan ini adalah mencegah anggota Polri khususnya Polres Kebumen agar tidak ada yang terpapar radikalisme dan terorisme.
baca juga: Purwakarta Targetkan Desa Berinternet
"Kita mempunyai dasar negara yaitu Pancasila, mari kita pelajari lagi dasar negara guna mencegah paham-paham radikal masuk. Saya menekankan saling memahami karakter lingkungan kita, apabila sudah ada indikasi kearahan inklusivitas agar saling mengingatkan. Jangan sampai ada duri dalam daging di tubuh Polri," pungkas Kapolres. (OL-3)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved