Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nahar meminta semua pihak untuk mencegah anak berurusan dengan masalah hukum.
"Akar masalahnya harus diselesaikan dan anak tidak seharusnya tersentuh pada hukum.Jika tersentuh kekerasan terhadap hukum tanpa melihat akar masalahnya maka kejadian itu bisa terulang lagi. Harapannya anak harus dibimbing ke jalan baik," kata Nahar dalam acara sosialisasi kebijakan perlindungan anak berhadapan dengan hukum di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Kamis (7/11/2019).
Dia mengajak kepada seluruh elemen terkait anak, agar mereka tidak terjebak dalam berbagai stigma. Seperti pelecehan seksual, pedofilia, dan berbagai kasus yang melibatkan anak.
"Kalau anak masuk dalam pergerakan radikalisme, semua perlu melihat dari mana akar masalahnya. Ajak anak dan dibina kembali ke jalan benar. Baik buruknya anak tergantung didikan orang tua itu sendiri. Anak itu amanah," tegasnya.
Dia menegaskan pergaulan anak perlu dikontrol oleh lingkungan sekitar. Demikian juga cara mendidik anak yang baik akan menghasilkan baik pula.
"Jika pergaulan menjual narkoba dan tawuran biasanya anak-anak menjadi korban karena mafia. Dan ini berujung pada stigma," tambahnya.
baca juga: Iuran Naik, Belum Seluruh Warga Flotim Dijamin BPJS Kesehatan
Pada kesempatan sama Asisten I Bidang Pembangunan Manusia Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Tama mengatakan Pemkab Manggarai Barat telah memiliki Perda Perlindungan Anak.
"Kabupaten ini kedepan disebut kabupaten sayang anak," ucapnya.(OL-3)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya membangun ekosistem hukum yang kuat serta edukasi yang memadai untuk melindungi anak-anak.
kasus kekerasan terhadap siswa ini mencederai rasa kemanusiaan.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini.
Psikolog anak, Mira Damayanti Amir, menekankan bahwa darurat kekerasan tengah terjadi di Indonesia.
UPAYA yang terukur untuk mewujudkan gerakan mengatasi kondisi darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak harus segera direalisasikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved