Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersiaga menghadapi peralihan musim kemarau ke musim hujan. Sebab, masa transisi tersebut biasanya memicu terjadi potensi pergerakan tanah, angin puting beliung, banjir, serta longsor.
"Sudah ada imbauan dari BMKG kaitan dengan potensi terjadinya peralihan musim. Tapi secara resmi kami belum menerima suratnya dari BMKG. Imbauan ini sudah kami teruskan lagi ke setiap kecamatan," terang Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, kepada Media Indonesia, Kamis (31/10).
Gejala alam peralihan musim sudah terjadi beberapa kali di Kabupaten Cianjur kurun sebulan terakhir. Diawali terjadinya tanah longsor di Kampung Cirawa RT 01/11, Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, Selasa (8/10) sekitar pukul 18.00 WIB. Tanah longsor itu menimbulkan korban jiwa. Pasangan suami istri Hendrik, 21, dan Siti, 20, yang merupakan pengantin baru, tewas tertimbun material tanah longsor dan dinding tembok yang jebol.
Sepekan kemudian, tepatnya pada Kamis (17/10) petang, sejumlah titik di pusat kota Cianjur, diterjang badai disertai hujan es, . Di beberapa lokasi terjadi pohon tumbang yang menimpa mobil, sepeda motor, serta bangunan.
"Gejala-gejala alam peralihan musim kemarau ke hujan sudah mulai terlihat. Beberapa kali Cianjur diterjang bencana bersamaan hujan lebat," ungkapnya.
Selama kemarau, Pemkab Cianjur menetapkan status siaga darurat kekeringan mulai 1 Juli-31 Oktober. Namun, kata Sugeng, meskipun per hari ini berakhir, tetapi Pemkab Cianjur belum akan mengganti status kebencanaan.
"Belum dicabut (status siaga darurat kekeringan). Kami masih menunggu informasi lanjutan dari BMKG untuk menentukan status kebencanaan itu," imbuhnya.
baca juga: Polisi Lidik Peredaran Liquid Vape Dioplos Narkotika di Babel
Sugeng menuturkan BPBD telah menyiagakan semua personel serta sarana dan prasarana menghadapi peralihan musim. Untuk personel, disiagakan juga relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) di setiap wilayah.
"Kami juga sedang mempersiapkan menambah jumlah personel Destana karena belum semua desa memiliki relawan," pungkasnya. (OL-3)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Anak-anak hingga dewasa rentan menderita sakit lantaran pada musim pancaroba terjadi perubahan cuaca yang terlalu ekstrem.
WILAYAH Indonesia saat ini memasuki pancaroba atau pola peralihan dari musim hujan ke fase awal musim kemarau. Sehingga jangan heran jika hujan masih mengguyur sejumlah daerah.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi peralihan musim hujan ke musim kemarau.
Untuk menghindari risiko penyakit pernapasan karena polusi, sebelum keluar rumah masyarakat bisa mengecek kualitas udara dari sosial media atau aplikasi terkait.
BMKG menyatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki masa pancaroba, yaitu transisi dari musim hujan menuju musim kemarau
Melindungi Si Kecil dari paparan penyakit dapat dilakukan dengan menggunakan masker di sekolah, tempat umum, dan tempat ramai lainnya (untuk anak berusia lebih dari 2 tahun).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved