Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina Gas (Pertagas) mendorong peningkatan jumlah sambungan gas rumah tangga dan industri di Jawa Barat. Rampungnya proyek jaringan pipa gas Gresik-Semarang diyakini membantu proses penyaluran gas ke Jawa Barat di tengah defisitnya defisit produksi gas di Jawa Barat.
"Memang sangat kurang. Untuk Jawa Barat ini bagaimana pintar-pintar kita melakukan pengaturan penyuplaian kepada konsumen. Sementara permintaan banyak, tetapi produksi masih kurang. Tetapi sebentar lagi proyek saluran Gresik-Semarang akan rampung. Artinya bisa mensuplai untuk kebutuhan gas di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata Direktur Teknik dan Operasional Pertagas, Rosa Permata Sari di Karawang, Senin (28/10).
Menurut Rosa, untuk wilayah Jawa Barat sendiri saat ini ada 33.200 sambungan rumah tangga. Dan khusus Karawang terdapat 6.952 sambungan rumah tangga di 2019 yang ditugaskan kepada PGN. Rosa mengatakan sambungan gas rumah tangga 4,7 juta menjadi target Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) nasional.
"Kami mendukung hal tersebut dan saat ini kami terus melakukan peningkatan jumlah saluran. Untuk 2019 saja 80 ribu saluran," katanya.
baca juga: Warna-warni Indonesia di Dharmasraya
Ia menegaskan untuk masyarakat yang menggunakan sambungan saluran gas rumah tangga akan jauh lebih murah dibandingkan mereka yang menggunakan tabung gas. Untuk harga bervariasi sebab setiap daerah berbeda. Tapi secara umum harganya Rp4.250/m3. Setiap 4m3 setara dengan 1 kilogram.
"Kalau dihitung dengan tabung 3 kilogram yang harganya Rp18.000 saat ini, harganya itu sekitar 6 ribu perkilogram. Tetapi kenyataanya gas 3 kilogram di pasaran ini mencapai Rp21.000 pertabung hingga Rp25.000 pertabung. Saya yakin ini jauh lebih murah," pungkasnya. (OL-3)
Pertamina menegaskan BBM subsidi untuk nelayan terbagi dalam JBT, JBKP, dan JBU. Nelayan perlu memahami perbedaannya agar akses BBM tepat sasaran.
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut kegiatan bermain golf yang dilakukannya saat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sebagai hal yang lumrah.
Ahok menyatakan tidak pernah mendapat laporan mengenai hal tersebut. Ahok mengaku tidak mengenal Riza Chalid.
AhokĀ mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan subsidi energi yang selama ini diterapkan pemerintah.
Ahok membongkar potensi keuntungan jumbo yang menguap akibat tidak dijalankannya transformasi sistem subsidi energi.
Menjawab pertanyaan jaksa, Ahok yang merupakan Komisaris utama Pertamina periode 2019-2024 mengaku belum bergabung dengan Pertamina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved