Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TUJUH pemuda di Kabupaten Lamongan, Jatim, menerima penghargaan atas prestasinya di kancah Nasional. Penghargaan kepeloporan itu diserahkan pada saat Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Alun-alun kota setempat, Senin (28/10) pagi. Penghargaan terhadap 7 pemuda itu diserahkan Wakil Bupati Lamongan, Kartika Hidayati kepada sejumlah pemuda pelopor usai menjadi inspektur upacara dalam Peringatan Sumpah Pemuda ke-91.
Enam dari tujuh pemuda yang mendapat penghargaan yakni Agung Firdamansyah Juara 1 Pemuda Pelopor Kabupaten Bidang Pendidikan, M. Afit Haryanto Juara 1 Pemuda Pelopor Kabupaten Bidang Lingkungan, Intan S Juara 1 Pemuda Pelopor Kabupaten Bidang Pangan,
Selanjutnya Juara 1 Pemuda Pelopor Kabupaten Bidang Agama, Sosial dan Budaya Magfirotun Nisa. Juara 1 Pemuda Pelopor Kabupaten Bidang Inovasi Teknologi Moch Aufal Marom dan Juara 1 Pemuda Pelopor Kabupaten Bidang Kewirausahaan Luhfiatun Kanina. Sedangkan satu penerima penghargaan lainnya, yakni Arsseliyah Nur Ainni Pemenang Wirausaha Muda Berprestasi tingkat Nasional, tengah menerima penghargaan langsung dari Kemenpora Republik Indonesia (RI).
Siswi SMAN 1 Lamongan tersebut telah mengantongi berbagai prestasi bidang inovasi bisnis, di antaranya yakni Juara 1 Economical Syaria Nasional 2018, Creanovation Award 2018, Sosialpreneur Muda Indonesia 2018, Juara 1 Pemuda Utama Provinsi Jawa Timur 2018, dan Pemenang Penghargaan Persatuan Wartawan Indonesia Award 2019.
Wabup juga membacakan Pidato Menpora RI yang mengamanatkan agar generasi muda Indonesia memahami esensi peringatan Hari Sumpah Pemuda
Ia menyampaikan, deklarasi Sumpah Pemuda tahun 1928 silam tidak berhenti sebatas pernyataan tentang tiga poin sumpah yang diucapkan para pemuda berbagai daerah di Indonesia.
baca juga: Empat Desa di Cianjur masih Dilanda Krisis Air
Namun, Sumpah Pemuda menjadi pelopor pemuda untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Saatnya pemuda Indonesia memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia.
"Pemuda adalah masa depan bangsa dan negara, pemuda juga harapan bagi dunia, pemuda Indonesia harus maju dan berani menaklukan dunia. Dan harapan kedepannya akan banyak muncul tokoh-tokoh muda yang mendunia," ungkapnya.(OL-3)
SETIAP 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berikrar untuk bersatu: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia.
Dulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan pena, kini perjuangan itu menuntut transformasi ekonomi, kemandirian finansial, dan keadilan sosial.
Menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang peduli dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kembali pentingnya pemulihan kawasan Puncak sebagai hulu DAS Ciliwung yang menopang kehidupan di wilayah hilir.
Momentum ini menjadi titik temu antara penegakan hukum, pelestarian lingkungan, tanpa melupakan sisi anugerah alam yang bisa dijadikan sumber mata pencaharian masyarakat.
Dalam sejarah, Sumpah Pemuda 1928 dapat dibaca sebagai upaya membangun imajinasi kolektif di bawah kondisi keterpecahan dan penindasan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved