Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) memiliki cara lain memaknai hari sumpah pemuda ke-91, Senin (28/10). Institusi tersebut meluncurkan cafe bhineka yang diharapkan menjadi sarana menebar semangat kebhinekaan dan cinta Indonesia dikalangan generasi muda.
Peluncuran cafe tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Rektor UNS Jamal Wiwoho. Acara tersebut disaksikan Pembina Gerakan Cinta Merah Putih Sumartono Hadinoto dan Dekan Fakultas Teknik Sholihin As'ad.
"Saya menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran cafe ini. Kita semua berharap cafe ini menjadi media tukar menukar informasi mengenai kebhinekaan dan sosialiasi empat pilar," kata Jamal dalam sambutannya.
Dari sisi desain, cafe bhineka seperti umumnya sebagai tempat nongkrong dan bersantai. Satu hal yang menjadi ciri khasnya adalah adanya sebuah rak yang penuh dengan buku bertemakan kebhinekaan, Pancasila dan NKRI.
Baca juga: Konsultasikan Privasi Medsos di Facebook Cafe
Gambar dan poster yang menghiasi dindingnya juga mengusung tema serupa. Disamping tema lain seperti sejarah kopi, asal mula nama Indonesia dan banyak lagi.
"Ini menarik, sembari bersantai pengunjung juga bisa mendapatkan pengetahuan. Saya kira pas dengan tujuannya," kata mahasiswa
Fakultas Teknik, Angga.
Sumartono menceritakan, gagasan mendirikan tempat nongkrong dan bersantai sekaligus menebar nilai-nilai kebhinekaan di kalangan anak muda ini telah lama ada. Hanya saja, selama ini terkendala tempat.
Ia sangat gembira akhirnya Fakultas Teknik UNS bersedia memfasilitasi dan tidak membebankan biaya sewa. Apalagi, Cafe Bhineka tidak berorientasi profit.
"Kami berharap ini menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi para mahasiswa serta menanamkan semangat cinta Indonesia. Apalagi UNS merupakan kampus Benteng Pancasila," tuturnya.(OL-5)
SETIAP 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berikrar untuk bersatu: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia.
Dulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan pena, kini perjuangan itu menuntut transformasi ekonomi, kemandirian finansial, dan keadilan sosial.
Menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang peduli dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kembali pentingnya pemulihan kawasan Puncak sebagai hulu DAS Ciliwung yang menopang kehidupan di wilayah hilir.
Momentum ini menjadi titik temu antara penegakan hukum, pelestarian lingkungan, tanpa melupakan sisi anugerah alam yang bisa dijadikan sumber mata pencaharian masyarakat.
Dalam sejarah, Sumpah Pemuda 1928 dapat dibaca sebagai upaya membangun imajinasi kolektif di bawah kondisi keterpecahan dan penindasan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved