Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KALIMANTAN Tengah sudah memasuki musim penghujan. Kondisi ini diperparah lagi dengan adanya 14 kabupaten/kota yang merupakan endemik demam berdarah. Untuk mengantisipasi hal itu Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng lakukan terobosan baru dengan membuat alat perangkap nyamuk Aedes Aegypti.
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan pihaknya tidak lagi merekomendasikan fogging karena akan membuat predator pemakan nyamuk ikut mati. Seperti juga laba-laba bisa membuat nyamuk kenal dan merusak lingkungan.
"Namun saat ini kita sudah lakukan pencegahan dengan membuat alat perangkap nyamuk dari botol bekas air mineral." Ujarnya.
Caranya sangat sederhana. Yakni botol air mineral dimodifikasi agar nyamuk bisa bertelur dan berkembang jadi larva. Namun larva tidak bisa keluar karena ditutup.
"Ini sedang kita ujicoba. Semoga dengan cara ini bisa menurunkan angka demam berdarah," tegasnya.
Upaya lain yang dilakukan pihaknya, lanjut Suyuti yakni meminta tenaga medis untuk lebih cepat bertindak dan jangan terlambat mengambil langkah karena taruhannya nyawa.
Ia meminta tim medis dilapangan seperti puskesmas ketika melihat anak panas sudah 2 hari segera lakukan pemeriksaan darah.
baca juga: Polisi Siap Periksa 10 Saksi Terkait Kebakaran Pipa Minyak
"Kita tidak bisa lagi sekarang menduga-duga, segera lakukan pemeriksaan laboratorium," tegasnya.
Diakuinya memang beberapa puskesmas belum ada laboratorium. Dinas Kesehatan Kalteng mendorong pengadaan alat kesehatan dan tenaga laboratorium di puskesmas. (OL-3)
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Kasus leptospirosis di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meningkat tajam sepanjang 2025. Sebaliknya, kasus demam berdarah dengue (DBD) justru mengalami penurunan.
ECDC mencatat lebih dari 5 juta kasus demam berdarah dengue (DBD) secara global sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), selama Januari hingg 30 Oktober 2025 angka demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia mencapai 131.393 kasus.
Kementerian Kesehatan memperkuat kewaspadaan terhadap peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di musim hujan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved