Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mewaspadai potensi tertutupnya pipa penyaluran air bersih akibat tanah longsor bersamaan hujan deras beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut tentu bakal berdampak terhadap pasokan air bagi para pelanggan.
"Ada beberapa titik yang kami waspadai rawan terjadi longsor yang bisa mengakibatkan kerusakan pada pipa air bersih," kata Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti, Budi Karyawan, Minggu (20/10).
Tersendatnya pasokan air akibat tanah longsor pernah terjadi saat turun hujan deras pekan lalu. Lokasinya berada di tranmisi air di Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang.
"Ada sekitar 5 ribu pelanggan yang terdampak. Pasokan air kepada pelanggan tersendat beberapa hari. Titik lainnya yang kami waspadai rawan berada di Pasirbanen di Kecamatan Karangtengah," tutur Budi.
Untuk menangkal bencana, Budi dan jajarannya angkat tangan. Artinya, Budi tidak bisa mengantisipasi seandainya terjadi tanah longsor.
"Kami paling hanya melakukan patroli dengan cara menyusuri jalur-jalur pipa air," ungkap dia.
Jumlah pelanggan air bersih Perumdam Tirta Mukti mencapai sekitar 50 ribu sambungan. Pelanggan itu tersebar di sejumlah wilayah mulai dari Cianjur selatan hingga tengah.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Bandung mengingatkan warga Cianjur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya peralihan musim (pancaroba). Imbauan itu menyusul terjadinya badai yang menerjang wilayah Cianjur pada Kamis (17/10) malam hingga mengakibatkan sejumlah kendaraan dan bangunan rusak tertimpa pohon tumbang.
"Hujan deras disertai angin kencang dan hujan es di Cianjur disebabkan terdapatnya awan cumulonimbus," kata Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Tony Agus Wijaya, saat dihubungi Media Indonesia.
Awan cumulus nimbus berkarakter gelap berlapis. Awan tersebut berpotensi menyebabkan angin kecang, petir, dan hujan lebat.
"Kejadiannya dalam waktu singkat. Biasanya kurang dari 1 jam. Kondisi ini umumnya terjadi pada masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan," jelas Agus.
baca juga: Ribuan Umat Katolik Doakan Pelantikan Presiden dan Wapres
Agus memprediksi potensi terjadinya badai kemungkinan bisa terulang selama masa pancaroba. Karena itu, Agus mengimbau masyarakat harus selalu mewaspadai potensi-potensi tersebut.
"Masih ada potensi terulang di masa pancaroba yaitu sekitar pada Oktober dan awal November. Kalau prediksi, musim hujan akan terjadi awal November," pungkasnya. (OL-3)
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang menyebut dampak hujan lebat mengguyur setidaknya terdapat 10 kejadian bencana yakni ada 6 kawasan longsor dan 4 kawasan banjir.
Tragedi tambang emas ilegal di Sarolangun, Jambi. Longsor menimbun belasan penambang, delapan orang tewas dan empat lainnya selamat.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
DALAM empat hari puluhan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Anak-anak hingga dewasa rentan menderita sakit lantaran pada musim pancaroba terjadi perubahan cuaca yang terlalu ekstrem.
WILAYAH Indonesia saat ini memasuki pancaroba atau pola peralihan dari musim hujan ke fase awal musim kemarau. Sehingga jangan heran jika hujan masih mengguyur sejumlah daerah.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi peralihan musim hujan ke musim kemarau.
Untuk menghindari risiko penyakit pernapasan karena polusi, sebelum keluar rumah masyarakat bisa mengecek kualitas udara dari sosial media atau aplikasi terkait.
BMKG menyatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki masa pancaroba, yaitu transisi dari musim hujan menuju musim kemarau
Melindungi Si Kecil dari paparan penyakit dapat dilakukan dengan menggunakan masker di sekolah, tempat umum, dan tempat ramai lainnya (untuk anak berusia lebih dari 2 tahun).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved