Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYAMBUT hari batik nasional pada 2 Oktober, Paguyuban Batik Tulis Nitik Yogyakarta akan mendatarkan batik nitik untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa Indikasi Geografis. Ketua Paguyuban Batik Tulis Nitik Yogyakarta, Afif Syakur mengatakan batik nitik akan menjadi motif batik pertama di Indonesia yang diajukan untuk memperoleh predikat produk indikasi geografis dari Kemenkumham RI.
Indikasi geografis adalah tanda yang menunjukkan daerah asal suatu produk karena faktor lingkungan geografis. Bisa karena faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi keduanya yang memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada produk yang dihasilkan.
"Batik nitik memang layak menjadi salah satu produk indikasi geografis untuk DIY," jelas Afif usai bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Senin (30/09), di Komplek Kepatihan.
Ia berharap, nantinya batik nitik bisa lebih dikenal dan dipahami oleh masyarakat Indonesia maupun internasional. Batik nitik memiliki kekhasan, yaitu bentuk cantingnya yang khusus dan cara membatiknya juga khusus.
"Canting untuk membuat batik nitik ujungnya harus dibelah menjadi segi empat," jelas dia.
Cara membatiknya pun memiliki khas yang tidak dilakukan di tempat lain. Yaitu menyusun ribuan nitik dengan ketepatan ukuran dan jarak yang tepat sehingga membentuk ruang sudut dan bidang geometris yag sempurna.
Jika dilihat dari historisnya, batik nitik merupakan salah satu motif batik tertua di Yogyakarta yang diciptakan oleh kerabat Keraton Yogyakarta. Motif ini berkembang pada era Hamengku Buwono VII.
baca juga: Pemkab Pidie Siap Populerkan Kopi Liberika
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Aris Riyanto menambahkan, setelah terdaftar di HKI batik nitik bisa memperkaya khazanah batik tulis di DIY.
"Memperoleh HKI dari Kemenkumham berarti sejarah tentang batik nitik yang dulunya dikembangkan di Yogyakarta ini bisa diketahui lebih luas dan akan lebih menghargai," pungkas dia. (OL-3)
Pelajari sejarah panjang batik Indonesia, filosofi mendalam di balik motif populer, serta perbedaan teknik tulis dan cap. Warisan dunia yang diakui UNESCO.
Provinsi Jawa Tengah (Jateng) membuktikan posisinya sebagai sentra kerajinan unggulan nasional, khususnya batik.
Unity in Diversity: Celebrating Global Friendship through Art, Culture, and Food
Artijeda, Li-Uli, Miss Miniek, dan MM by Happy Gan, jenama-jenama anggota Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) tampil dalam Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW)
Hari Batik Nasional 2025, Hotel Grandhika Pemuda Semarang berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang menggelar workshop dan pameran batik.
BENANG Bintik atau batik khas Kalimantan Tengah (Kalteng) tampil memukau dalam gelaran Jakarta Fashion Week (JFW) 2026. Wastra khas Bumi Tambun Bungai itu hadir di JFW.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved