Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Tunggakan Pelanggan PDAM di Flotim Capai Rp3 Miliar

Ferdinandus Rabu
22/9/2019 11:45
Tunggakan Pelanggan PDAM di Flotim Capai Rp3 Miliar
Instalasi pipa milik PDAM di Flores Timur(MI/Ferdinandus Rabu)

PERUSAHAAN Daerah Air Minun (PDAM) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mencatat, tunggakan pembayaran oleh pelanggan PDAM mencapi lebih dari Rp3 miliar rupiah,

Rincian tunggakan itu antara lain, tunggakan mati mencapai Rp2 milar lebih dan tunggakan aktif mencapai Rp1 miliar lebih.

"Tunggakan mati merupakan para pelanggan yang telah diputuskan jaringan air nya karena tidak bisa membayar lebih dari dua bulan, selanjutnya adapula tunggakan aktif yang mecapai lebih dari Rp1 milar. Tunggakan pembayaran ini rata-rata diatas dua bulan," kata Kepala PDAM Flotim, Fransiskus M. Carvalho saat dikonfirmasi Sabtu (21/9) lalu.

Fransiskus mengakui kesulitan melakukan penagihan karena kondisi pelayanan air juga sering tidak memadai dan belum memuaskan pelanggan, sehingga membuat para pelanggan kurang serius membayar.

"Sehingga saat ini fokus kami untuik melakukan pembenahan jaringan dan melakukan meterisasi agar bisa melakukan distribusi maksimal, karena banyak jaringan air yang saat ini yang sudah hancur dan rusak yang memerlukan pembenahan," ktanya.

Baca juga : 149 Desa Masih Tertinggal di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur

Saat ini sekitar 7 ribu pelanggan PDAM tercatat di Flotim yang tersebar di Kota Larantuka mencapai 6.300 pelanggan dan di Wawerang Adonara sekitar 700 pelanggan lebih.

"Rencananya tahun ini juga kita perbaiki jaringan yang rusak tersebut dengan sumber dana dari penyertaan modal yang kami usulkan sebesar Rp2 miliar, tetapi realisasinya masih sangat kecil hanya Rp750 juta saja. Sehingga saat ini kita hanya mampu menangani sebagian jaringan saja tidak seluruhnya," tutur Fransiskus.

Ia menambahkan, pihaknya juga sudah mengusulkan ke dana APBN dan dijanjikan akan terealisasi pada 2020.

Sementara itu, selain kendala tunggakan pelanggan, PDAM juga mengakui saat ini dua sumber air baku menurun debit airnya. Seperti di sumber air Lepomatan yang biasanya 70 sampai 100 liter per detik, tetapi saat ini turun jauh sekali hingga tersisa 21 liter per detik.

Begitu juga sumber air baku di Waidoko yang biasa dioperasikan dengan pompa juga menurun drastis. Biasanya 42 liter per detik, tetapi saat ini yang tertinggal hanya 24 liter perdetik. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya