Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, menegaskan peran tokoh agama dan guru sangat penting dalam menangkal paham radikalisme.
Menurutnya perlu ditingkatkan materi pendidikan di sekolah tentang pencegahan paham radikalisme kepada para siswa.
"Tokoh agama dan guru harus menjadi teladan di masyarakat maupun kepada siswa. Karena itu, peningkatan materi pelajaran pencegahan paham radikalisme kepada siswa sangatlah penting. Sebab, dengan begitu sumber daya manusia para siswa bisa memahami bagaimana saling mencintai antarsesama. Hidup rukun serta mencintai Pancasila sebagai dasar negera Republik Indonesia," kata Deputi I BNPT, Meyjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, saat membuka kegiatan Bidang Agama, Social dan Budaya yang digelar BNPT bersama FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme) di Sutan Raja Hotel, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (19/9).
Kegiatan yang bertajuk Integrasi nilai-nilai agama dan budaya di sekolah dalam menumbuhkan harmoni kebangsaan, dihadiri Ketua FKPT Sulut, James Tulangow bersama pengurus FKPT Sulut, serta mewakili pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut.
baca juga: Hari ke-4 Kebakaran di Gunung Ile Mandiri Belum Padam
Jumlah peserta sekitar 90 orang utusan dari tokoh agama, dosen dan para guru seloha tingkat SD hingga SMA sederajat. Menurut Hendri, selain kualitas pendidikan para siswa, kearifan local juga sangat efektif untuk menangkal radikalisme dan menjadi lkontrol sosial. (OL-3)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gimĀ online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved