Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMARAU panjang membuat warga memasrahkan diri kepada Sang Pencipta. Sepekan terakhir, mereka juga melantunkan doa meminta segera diturunkan hujan.
Kemarin, doa-doa dan jeritan dilantunkan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jambi, Sumatra Selatan, dan Sumatra Barat. yang wilayahnya didera kekeringan dan kebakaran lahan. Doa yang sama juga dinaikkan di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, yang mulai menderita krisis air bersih.
"Semua upaya untuk mengatasi kekeringan dan kebakaran lahan sudah kami lakukan. Sekarang ini, saatnya kami meminta Kepada Tuhan untuk menurunkan hujan," ungkap Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, seusai melaksanakan salat Istiska besama Wakil Gubernur Habis Ismail bin Yahya, para ulama dan warga, kemarin.
Rektor IAIN Palangka Raya KH Chairul Anwar sepakat sudah waktunya umat meminta pertolongan Tuhan dengan menurunkan hujan. "Bahaya kemarau dan kebakaran hutan sudah sangat merusak sumber kehidupan, mengancam kesehatan dan menghancurkan lingkungan. Kita pasrah kepada Tuhan."
Kepasrahan juga diperlihatkan ribuan warga di sejumlah daerah di Provinsi Jambi. Di Kota Jambi, salat Istiska dilaksanakan oleh Kapolda Irjen Muchlis AS dan Ketua DPRD Edi Purwanto.
"Karena keterbatasan, kita belum mampu menuntaskan dampak kemarau panjang, di antaranya kebakaran hutan. Melalui Salat Istiqa ini, kita berdoa kepada Allah, mohon ampun dan berharap ada anugerah dari Allah dengan menurunkan hujan," ungkap Muchlis AS.
Air sungai
Herman Deru juga memimpin sendiri doa dan salat Istiska di halaman Griya Agung Palembang. Niat Gubernur Sumatra Selatan itu didukung ribuan warga, ASN, TNI, Polri dan pelajar.
"Sudah satu bulan tidak ada hujan. Dampak kemarau dan kekeringan terus meluas, di antaranya udara yang tidak sehat," jelasnya.
Ia meminta seluruh warga dan aparat untuk berhenti saling menyalahkan. "Kita perbanyak doa, istighafar, dan salat istiska. Kita pasrahkan pada kebesaran Allah."
Lantunan doa juga dipanjatkan warga di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, yang sudah mengalami kekeringan sejak tiga bulan terakhir. "Air di sumur sudah mengering. Kami sudah harus menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari," kata Kepala Kantor Urusan Agama Kepulauan Mentawai M Mujamma'ul Khair.
Kekeringan juga membuat warga di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menderita krisis air bersih. Salat istiska dilantunkan tidak hanya meminta hujan di wilayah itu, tapi juga untuk wilayah Sumatra dan Kalimantan yang merugi karena kebakaran hutan.
"Kami meminta hujan, hujan barokah dan penuh rahmat. Air turun dari langit, mengakhiri musim kering, di Ciamis, juga Kalimantan dan Sumatra," tutur Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika juga sudah dibayangi kerawanan bencana di sejumlah wilayah yang dipimpinnya. "Dampak kemarau sudah kami rasakan, mulai dari kekurangan air bersih, kebakaran lahan dan mengeringnya areal persawahan."
Untuk itu, ia mengajak warga dan seluruh ASN untuk berikhtiar dengan menggelar salat istiska. "Jumat ini kita lakukan serempak. Kita minta berkah Tuhan berupa hujan."
Ajakan yang sama juga dilontarkan Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan. "Jumat ini, kita pasrahkan diri pada Tuhan. Kita laksanakan salat minta hujan di semua masjid."
Sampai kemarin, kekeringan masih terus meluas di banyak daerah. Bahkan sejumlah PDAM juga mulai sulit mendapatkan air baku. (SL/DW/YH/AD/RZ/RF/PO/RD/LD/BB/BK/FB/N-2)
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
BMKG menyampaikan prakiraan cuaca di Jakarta akan ujan hari ini, Senin 16 Februari 2026 siang hingga sore hari.
BMKG menyatakan bahwa dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.
Hasil analisis atmosfer terkini menunjukkan adanya penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan di wilayah Indonesia.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved