Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPAL KM Fantasi Expres 88 menabrak sebuah perahu motor milik nelayan yang sedang memancing di selat Solor sekitar perairan Watanpao Desa Beloto Kecamatan Adonata Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, Sabtu (31/8) sekitar pukul 13.30 WITA.
Satu nelayan dikabarkan hilang dan sedang dalam pencarian aparat berwenang. Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli, menjadi salah satu penumpang KM Fantasi Expres 88. Agustinus diketahui hendak menghadiri Festival Tiga Gunung di Lembata.
Kapolres Flores Timur, AKBP Deny Abrahams, melalui Paur Humas Polres Flotim, Iptu Herono Budiono, kepada Media Indonesia, mengatakan KM Fantasi Expres 88 yang dinahkodai Romanus Daton Keraf, menabrak kapal kayu hingga tenggelam. Sulaiman, warga Desa Lohayong I, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, tenggelam dan sampai saat ini korban belum diketemukan. Di sisi lain, seluruh penumpang KM Fantasi Expres 88 dinyatakan selamat.
Baca juga: Suku Nusantara Gelar Aksi Solidaritas Papua di Solo
"Pada saat kejadian nakhoda kapal Fantasi Exprees tidak mengetahui ada sebuah kapal kayu nelayan yang datang dari arah kanan kapal atau dari arah Solor menuju Adonara. Agustinus Kopong Boli menyampaikan kepada nakhoda Fantasi ada kapal di depan. Namun laju kapal terlalu cepat sehingga susah dikendalikan dan menabrak kapal nelayan bagian tengah," ujar Deny.
Deny menambahkan, seusai kejadian tersebut nakhoda kapal Fantasi sempat mencari korban, tetapi tidak berhasil. Kapal tersebut lalu melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Terong, Waiwerang untuk mengevakuasi penumpang dan melaporkan kejadian ke Kantor Syahbandar Terong dan Polsek Adonara Timur.
Direncanakan besok pagi akan dilanjutkan pencarian kembali oleh tim gabungan dari Satpol Air BKO Polda NTT, personel Polres Flotim dan aparat Polsek Adonara Timur serta masyarakat. Adapun nahkoda Fantasi Expres tengah ditahan di Adonara Timur. (OL-8)
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved