Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melahirkan ratusan wirausaha baru dalam program revitalisasi Industri Kecil Menengah (IKM) di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah.
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan pascabencana banyak pelaku IKM yang berhenti produksi bahkan sampai gulung tikar.
Pelbagai alasan pun menjadi penyebab, yang paling mendasar karena banyak dari pelaku IKM tidak punya modal dan peralatan kerja pascabencana.
Oleh karena itu, Ditjen IKMA melakukan revitalisasi IKM sehingga bisa kembali mendorong wirausaha baru untuk bangkit.
“Dalam program revitalisasi ada bimbingan teknis yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM dalam berwirausaha, terutama melalui peningkatan etos kerja, produktivitas, kreativitas, dan inovasi,” jelas Gati kepada Media Indonesia di Palu, Selasa (20/8).
Baca juga: Pasha Ungu Siap Maju di Pilgub Sulteng
Menurutnya, bencana alam di Palu, Sigi, dan Donggala telah menyebabkan korban jiwa maupun kerugian ekonomi dalam skala cukup besar. Hal ini kemudian berakibat pada kerugian finansial bahkan pertumbuhan pembangunan mengalami kemunduran.
“Makanya kami sejak masa tanggap darurat hingga saat ini memasuki masa rehabilitasi telah menyalurkan bantuan untuk meringankan beban saudara-saudara kita dan melakukan pelbagai upaya untuk revitalisasi industri kecil dan menengah yang terkena dampak bencana alam,” ungkap Gati.
Selain bantuan dalam bentuk pelatihan, Ditjen IKMA juga memberikan bantuan peralatan produksi.
“Ada sejumlah peralatan produksi kami berikan juga kepada kelompok usaha yang berada di Palu, Sigi, dan Donggala,” lanjutnya.
Gati menegaskan pengembangan sektor industri perlu dilakukan dengan sinergi bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Saya berharap dengan sinergi yang dibangun antara Kemenperin dan pemerintah daerah dapat mengakselerasi peningkatan jumlah wirausaha industri baru, meningkatkan potensi sentra-sentra IKM dan berkontribusi mengembangkan pemberdayaan ekonomi yang pada akhirnya berdampak positif terhadap ekonomi di Sulteng pascabencana,” pungkasnya.
Kepala Perindustrian dan Perdangangan Sulteng Ricard Arnaldo Djanggola menyebutkan hingga tahun 2018, tercatat jumlah IKM yang ada di Sulteng mencapai 6.779 unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 23.622.
Dengan nilai investasi sebesar Rp297 miliar dan nilai produksi mencapai sebesar Rp2,8 triliun.
Ia optimistis, investasi sektor industri di Sulteng akan semakin menggeliat karena komitmen pemerintah terus menciptakan iklim usaha yang kondusif. Misalnya, kebijakan kemudahan izin usaha serta memberikan insentif fiskal dan nonfiskal.
“Ditjen IKMA telah banyak melakukan pembinaan kepada pelaku IKM nasional melalui pelbagai program dan kegiatan strategis seperti peningkatan kemampuan sentra IKM, pengembangan produk IKM, penumbuhan wirausaha baru IKM, restrukturisasi mesin dan peralatan IKM, serta e-Smart IKM,” tandas Ricard.(OL-5)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendorong peran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
lnisiatif strategis ini akan memperluas akses broadband terjangkau dan andal bagi lebih dari 200.000 UKM mulai 1 Oktober 2025
Linknet menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan PT Millenia Outsourcing Company di tanggal 1 Oktober 2025.
Teknologi chatbot seperti OCA AI Plus mampu dioptimalkan menjadi solusi-solusi yang bermanfaat
DIGITALISASI dan keberlanjutan di era globalisasi menjadi kesempatan dan tantangan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) saat ini.
Luna Capital Modal Xpress, sebuah layanan pinjaman digital terbaru hasil kreasi Luna Pos, bersama GoTyme Indonesia dan Danabijak, resmi diluncurkan hari ini, Rabu (27/8).
Industri makanan dan minuman Indonesia tumbuh 6,4% pada Triwulan III 2025. Namun, konsumsi susu nasional masih rendah dan ketergantungan impor bahan baku jadi tantangan utama.
PENGUATAN pendidikan vokasi merupakan strategi utama dalam membangun industri nasional yang bernilai tambah tinggi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Rahadi menyebutkan bahwa pendidikan vokasi menjadi tulang punggung industri.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi industri.
Guna mencetak SDM industri yang kompeten, salah satu langkah strategis yang dilakukan Kemenperin adalah penyelenggaraan Pelatihan Industrial-Based Curriculum (IBC).
Program ini merupakan peta jalan strategis untuk mengimplementasikan revolusi industri keempat di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved